Ideologi Bangsa Bisa Minimalkan Peran ISIS

Jum'at, 12 Juni 2015 - 09:20 WIB
Ideologi Bangsa Bisa...
Ideologi Bangsa Bisa Minimalkan Peran ISIS
A A A
JAKARTA - Propaganda kelompok radikalisme Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) harus dihadapi dengan pemahaman tentang ideologi bangsa dan agama Islam yang benar.

Langkah itu harus dilakukan secara terus-menerus melalui berbagai lembaga dan unsur masyarakat, juga melalui teknologi, khususnya media internet atau dunia maya. ”ISIS itu adalah rekayasa dan itu dikendalikan oleh kekuatan tertentu yang bertujuan merusak umat Islam. Sebenarnya mereka tidak memiliki jaringan tertentu di Indonesia.

Mereka hanya punya ideologi dan memegang kunci negara Islam dan hijrah,” papar Ketua Kajian Islam dan Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) Muhammad Lutfi seusai memberikan paparannya pada Seminar Nasional ”Radikalisme Agama dalam Perspektif Global dan Nasional” di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, kemarin.

Untuk mencegah penyebaran ISIS di Indonesia, lanjut Lutfi, pemerintah harus memiliki program, terutama untuk memperketat WNI ke luar negeri, terutama ke Timur Tengah. Kemudian juga para ulama di Indonesia diberi wawasan tentang aktivitas gerakan radikalisme atau ISIS di dunia internasional.

Di tempat yang sama, PhD Candidate dari Deakin University Melbourne, Badrus Sholeh mengungkapkan, ISIS di Indonesia itu adalah gabungan dari beberapa kelompok radikalisme sebelumnya, yaitu JI, JAT, Mujahidin Indonesia Timur, dan lain-lain. Fakta itulah yang membuat ISIS cukup mudah menyusup ke masyarakat sampai mereka berhasil memberangkatkan ratusan orang ke Suriah dengan dalih jihad.

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi BNPT Prof Dr Irfan Idris mengungkapkan ISIS adalah bungkus baru dari gerakangerakan radikalisme terdahulu seperti JI dan JAT. Untuk itu, BNPT terus menggalakkan upaya untuk meredam mereka dengan program kontraideologi, kontranarasi, kontra terhadap radikalisme, dan kontra terhadap propaganda.

”Kita tidak boleh lemah menghadapi mereka karena radikalisme itu sangat berbahaya. Ada banyak jalan menuju Roma yang mereka lakukan untuk mencapai tujuannya. Negara harus kuat, karena penyakit radikalisme yang menjual agama, membuat negara itu chaos . Itu penyakit. Itu ISIS, bukan negara. Sama dengan penyakit, kalau kita drop, akan masuk,” tandas Irfan Idris.

Alfian faizal
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved