Masalah PPP dan Golkar Ikut Dibahas KPU, Bawaslu dan DKPP

Jum'at, 05 Juni 2015 - 22:10 WIB
Masalah PPP dan Golkar...
Masalah PPP dan Golkar Ikut Dibahas KPU, Bawaslu dan DKPP
A A A
JAKARTA - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melakukan rapat koordinasi. Dualisme kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar merupakan salah satu masalah yang dibahas para penyelenggara pemilu itu.

Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie mengatakan, KPU dan Bawaslu harus tetap fokus mengerjakan apa yang utama dalam menyiapkan pelaksanaan Pilkada. Di luar itu, biarlah menjadi urusan internal partai politik dan pemerintah.

Jimly berharap Partai Golkar dan PPP secepatnya melakukan islah agar memberikan kepastian hukum kepada KPU, sehingga bisa mengikuti Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Sehingga keduanya (Golkar dan PPP) tetap tidak ketinggalan kereta untuk mengajukan pencalonan," ujar Jimly di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2015).

Mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) ini pun berharap KPU dan Bawaslu tetap konsisten agar menggunakan Undang-undang partai politik dan Peraturan KPU (PKPU) sebagai acuan utama. Hal tersebut dilakukan agar dua lembaga penyelenggara pilkada itu tidak terjebak dalam konflik kepentingan.

"Kita tunggu saja sebagai masalah internal kita tunggu saja. Harapan kita pada saatnya selesai, masih ada waktu," tukasnya.

Seperti diberitakan, Golkar dan PPP terancam tidak dapat mengikuti Pilkada serentak akhir tahun 2015 ini. Pasalnya dua partai tersebut memiliki dua kepengurusan berbeda. Sementara KPU mensyaratkan partai politik hanya mengajukan calon kepala daerah yang ditandatangani satu kepengurusan partai yang sah.(ico)
(hyk)
Berita Terkait
Muktamar PPP Tetap Digelar...
Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Konsolidasi Jelang Pilkada...
Konsolidasi Jelang Pilkada 2024, Mardiono Hadir di Pesisir Barat
Waketum PPP Sangkal...
Waketum PPP Sangkal Aturan Tidak Ada Muscablub dan Muswilub Jelang Muktamar
Berita Terkini
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved