Aquino Sebut Ambisi China Mirip Nazi
Kamis, 04 Juni 2015 - 10:12 WIB
Aquino Sebut Ambisi China Mirip Nazi
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina Aquino III menyamakan ambisi China yang ingin menguasai Laut China Selatan mirip ambisi Nazi yang ingin menguasai Sudetenland, Czechoslovakia pada 1936.
Bedanya, China dinilai ingin memiliki pengaruh paling besar di Asia, sementara Nazi ingin mengukuhkan kekuasaan di Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan Aquino setelah topik pembicaraan dalam acara Konferensi Internasional Ke-21 Nikkei, ”Masa Depan Asia”, yang digelar di Jepang kemarin berbelok ke isu Laut China Selatan. Aquino mengatakan, ambisi China yang ingin mengklaim seluruh Laut China Selatan mengingatkannya pada invasi Nazi di Sudetenland untuk menguasai Czechoslovakia.
”Saya merupakan murid amatir dalam pelajaran sejarah. Tapi, saya ingat bagaimana Jerman menguji wilayah perairan Eropa dan seperti apa respons yang ditunjukkan para penguasa Eropa,” ucap Aquino, dikutip The Philippine Star. ”Saat ini situasi Laut China Selatan tidak beda jauh dengan Sudetenland yang dikepung Nazi itu,” tambahnya. Menurut Aquino, pra-Perang Dunia II tidak ada petinggi yang berani menghentikan ambisi Nazi hingga akhirnya Czechoslovakia jatuh.
”Bagaimana jika seseorang menghentikan Hitler (pemimpin Nazi)? Dapatkah kita mencegah Perang Dunia II? Itu adalah pertanyaan yang masih ada di benak banyak orang,” katanya. Sebelumnya Aquino juga pernah menyamakan ambisi China dengan Nazi pada tahun lalu di atas isu yang sama dan dengan gambaran yang sama. Saat ini dia meminta China menyelesaikan isu sengketa Laut China Selatan terlebih dahulu dan menghentikan reklamasi karena itu akan kian mempersulit persoalan.
China, seperti Filipina dan Vietnam, melakukan reklamasi perairan di Laut China Selatan. Proyek tersebut menimbulkan beragam protes keras, termasuk dari Amerika Serikat (AS). Laut China Selatan masih menjadi wilayah sengketa sekalipun China berulang mengatakan pembangunan itu legal.
Menurut Aquino, reklamasi itu akan memperkuat posisi China di Laut China Selatan. Jika daratan buatan tersebut dihuni warga China, secara tidak langsung China bisa mendeklarasikan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defense Identification Zone/ADIZ). Akibatnya, situasi di Laut China Selatan akan semakin ”panas”.
Kolumnis China kemudian mengkritik balik dan menyebut Aquino sebagai politisi amatir dan tidak sadar akan sejarah dan kenyataan. Saat ini China membangun reklamasi di atas wilayah kedaulatan mereka sehingga proyek itu legal. Klaim China di Laut China Selatan juga didasarkan pada hukum kedaulatan internasional dan sejarah.
”Laporan terkini mengenai serangan Aquino terhadap China yang membandingkan China dengan Nazi mengungkapkan warna aslinya sebagai politisi amatir yang tidak sadar mengenai sejarah dan kenyataan,” tulis Ming Jinwei dalam kolom opini Xinhua.
Muh shamil
Bedanya, China dinilai ingin memiliki pengaruh paling besar di Asia, sementara Nazi ingin mengukuhkan kekuasaan di Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan Aquino setelah topik pembicaraan dalam acara Konferensi Internasional Ke-21 Nikkei, ”Masa Depan Asia”, yang digelar di Jepang kemarin berbelok ke isu Laut China Selatan. Aquino mengatakan, ambisi China yang ingin mengklaim seluruh Laut China Selatan mengingatkannya pada invasi Nazi di Sudetenland untuk menguasai Czechoslovakia.
”Saya merupakan murid amatir dalam pelajaran sejarah. Tapi, saya ingat bagaimana Jerman menguji wilayah perairan Eropa dan seperti apa respons yang ditunjukkan para penguasa Eropa,” ucap Aquino, dikutip The Philippine Star. ”Saat ini situasi Laut China Selatan tidak beda jauh dengan Sudetenland yang dikepung Nazi itu,” tambahnya. Menurut Aquino, pra-Perang Dunia II tidak ada petinggi yang berani menghentikan ambisi Nazi hingga akhirnya Czechoslovakia jatuh.
”Bagaimana jika seseorang menghentikan Hitler (pemimpin Nazi)? Dapatkah kita mencegah Perang Dunia II? Itu adalah pertanyaan yang masih ada di benak banyak orang,” katanya. Sebelumnya Aquino juga pernah menyamakan ambisi China dengan Nazi pada tahun lalu di atas isu yang sama dan dengan gambaran yang sama. Saat ini dia meminta China menyelesaikan isu sengketa Laut China Selatan terlebih dahulu dan menghentikan reklamasi karena itu akan kian mempersulit persoalan.
China, seperti Filipina dan Vietnam, melakukan reklamasi perairan di Laut China Selatan. Proyek tersebut menimbulkan beragam protes keras, termasuk dari Amerika Serikat (AS). Laut China Selatan masih menjadi wilayah sengketa sekalipun China berulang mengatakan pembangunan itu legal.
Menurut Aquino, reklamasi itu akan memperkuat posisi China di Laut China Selatan. Jika daratan buatan tersebut dihuni warga China, secara tidak langsung China bisa mendeklarasikan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defense Identification Zone/ADIZ). Akibatnya, situasi di Laut China Selatan akan semakin ”panas”.
Kolumnis China kemudian mengkritik balik dan menyebut Aquino sebagai politisi amatir dan tidak sadar akan sejarah dan kenyataan. Saat ini China membangun reklamasi di atas wilayah kedaulatan mereka sehingga proyek itu legal. Klaim China di Laut China Selatan juga didasarkan pada hukum kedaulatan internasional dan sejarah.
”Laporan terkini mengenai serangan Aquino terhadap China yang membandingkan China dengan Nazi mengungkapkan warna aslinya sebagai politisi amatir yang tidak sadar mengenai sejarah dan kenyataan,” tulis Ming Jinwei dalam kolom opini Xinhua.
Muh shamil
(bbg)