KIH Dinilai Akan Pakai Tangan Presiden Jegal Revisi UU Pilkada

Kamis, 21 Mei 2015 - 11:31 WIB
KIH Dinilai Akan Pakai...
KIH Dinilai Akan Pakai Tangan Presiden Jegal Revisi UU Pilkada
A A A
JAKARTA - Partai Golkar dan PPP terancam tidak dapat mengikuti perhelatan pilkada yang diselenggarakan pada Desember itu akibat sengeketa kepengurusan yang tak berkesudahan.

DPR pun mengusulkan untuk merevisi Undang-undang (UU) Pilkada agar Golkar dan PPP dapat mengikuti pilkada yang dilakukan secara serentak itu.

Peneliti dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) M Imam Nasef menilai, isu revisi UU Pilkada menjadi ring pertarungan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk kesekian kalinya.

"Materi revisi yang disusun oleh DPR untuk saat ini lebih menguntungkan KMP. Oleh karenanya wajar kalau yang mendorong agar revisi UU Pilkada ini terealisir adalah KMP," ujar Nasef ketika dihubungi Sindonews, Kamis (21/5/2015).

Sedangkan KIH, kata dia, khususnya PDIP lantang menolak usulan tersebut. Maka itu, dia menilai sebagai partai pengusung presiden, KIH tidak akan tinggal diam.

Dalam kontestasi politik saat ini, lanjut Nasef, parpol yang tergabung di KIH akan sangat diuntungkan jika Presiden Jokowi menolak adanya revisi UU Pilkada. Pasalnya, jika dua parpol KMP tak dapat ikut pilkada, suara publik akan bertambah untuk KIH.

"Tidaklah mungkin revisi UU Pilkada itu akan terealisir, kalau tidak mendapatkan persetujuan dari presiden. Dengan demikian kalaupun KIH kalah bertarung di DPR, maka dapat dipastikan KIH akan menggunakan 'tangan' presiden untuk menggagalkan rencana revisi ini," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR dan Pemerintah Didesak...
DPR dan Pemerintah Didesak Segera Perjelas Pelaksanaan Pilkada DKI, Jabar dan Jateng
Berita Terkini
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Begini Suasana Terkini di Gedung Kejagung
Boyamin Saiman Dukung...
Boyamin Saiman Dukung Kasus Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Diambil Kejagung: Tak Ada Lagi Kesan Saling Buka Borok
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Infografis
Revisi UU Kementerian...
Revisi UU Kementerian Negara: Jumlah Disesuaikan Kebutuhan Presiden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved