LRT Mulai Dibangun September

Selasa, 19 Mei 2015 - 10:59 WIB
LRT Mulai Dibangun September
LRT Mulai Dibangun September
A A A
JAKARTA - Wacana pembangunan moda transportasi massal light rail transit (LRT) tampaknya bukan isapan jempol belaka.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) LRT akan dibentuk Juni mendatang. Pada September proyek transportasi massal tahap pertama di koridor Kelapa Gading-Kebayoran Lama mulai dilakukan. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, besok pihaknya akan menggelar rapat persiapan pembentukan BLUD.

Nanti kewenangan BLUD berada di bawah Dinas Perhubungan. ”Kan Juni dibentuk nih BLUD, Juli sudah lelang. September kerja sampai November. Desember laporan pertanggungjawaban pengerjaan dan lelang untuk pengerjaan tahun depan,” kata Heru Budi Hartono di Balai Kota kemarin.

Heru menjelaskan, pada tahap pertama pembangunan koridor LRT Kelapa Gading-Kebayoran Lama itu dilakukan dari Kelapa Gading hingga Kebon Sirih. Berdasarkan penghitungan dibutuhkan dana sekitar Rp2 triliun. Namun, tahap awal ini Heru hanya menganggarkan Rp1 triliun pada anggaran perubahan 2015.

Berdasarkan hitungan kasar, Heru menyebutkan, setidaknya diperlukan anggaran Rp35 triliun untuk pembangunan fisik di tujuh koridor dengan jarak 70 kilometer. Besaran anggaran tersebut nanti semuanya dari APBD DKI Jakarta. ”Dibiayin APBD aja cukup kok ,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, saat ini rencana pembangunan LRT sudah sampai tahap pengkajian para ahli, termasuk Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pembangunan LRT dikerjakan secara bertahap dengan anggaran single years mengingat anggaran perubahan 2015 dengan peraturan gubernur (pergub) jelas melarang pembangunan secara multi years. Ahok menjelaskan, dalam membangun transportasi umum tidak mungkin ditanggung semua oleh pihak swasta.

Apabila pembangunan dilakukan swasta, pemerintah harus menyerahkan semua tanah miliknya ke pemilik proyek. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan membangun sekitar 70-80% khusus infrastruktur dan sisanya baru diberikan ke swasta.

Bima setiyadi
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved