Wirausaha dan Konglomerasi Sosial

Selasa, 19 Mei 2015 - 10:35 WIB
Wirausaha dan Konglomerasi...
Wirausaha dan Konglomerasi Sosial
A A A
Gaung terminologi ”konglomerasi sosial” barangkali baru terdengar di Indonesia dalam dua atau tiga tahun ke belakang.

Istilah ini bahkan dapat dikatakan masih awam ditelinga masyarakat. Jika diuraikan satu persatu, istilah tersebut merupakan gabungan antara dua sektor paling vital yakni ekonomi yang diwakili oleh kata ”konglomerasi” dan kata ”sosial” dari sektor sosial. Pada dasarnya, seorang konglomerat sosial harus memiliki visi untuk mengelola sumber daya alam di daerahnya secara bertanggung jawab dan memiliki misi untuk mencetak konglomerat-konglomerat sosial yang lainnya.

Dengan munculnya konglomerat-konglomerat sosial di Indonesia, potensi sumber daya alam Indonesia tidak akan berpindah tangan ke pihak mana pun yang tidak menguntungkan. Konglomerasi sosial memiliki derivasi atau turunan yang lebih sederhana yakni wirausaha sosial atau yang lebih dikenal sebagai sociopreneurship . Saat ini konsep wirausaha sosial sedang digandrungi oleh banyak pemuda Indonesia sebagai langkah awal untuk berkontribusi bagi bangsa.

Dalam konsep wirausaha sosial, para wirausaha muda tidak harus memanfaatkan potensi sumber daya alam dan mencakup skala besar, namun cukup memanfaatkan potensi sosial yang ada di daerahnya masing-masing. Visi dan misi yang dimiliki keduanya sama yakni memanfaatkan potensi sosial yang ada di masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Melihat kondisi lingkungan sekitar yang miris seperti banyak fakir miskin, anak telantar, dan peningkatan jumlah pengangguran telah menggugah hati para pemuda Indonesia untuk memulai perubahan untuk dirinya dan untuk lingkungannya lewat sociopreneurship. Keuntungan akan didapatkan oleh dirinya sebagai seorang sociopreneur dan kepada masyarakat yang ia manfaatkan potensinya.

Di Indonesia, bidang wirausaha sosial semakin beragam, ada yang berfokus kepada lingkungan, pendidikan, budaya, hingga transportasi. Alangkah baiknya jika konsep konglomerasi sosial boleh juga digunakan untuk segala jenis wirausaha yang berbasis pemberdayaan masyarakat, tidak hanya merujuk pada pemanfaatan sumber daya alam.

Singkatnya, konsep konglomerasi sosial seharusnya boleh digabungkan dengan konsep wirausaha sosial. Konsep konglomerasi sosial dan wirausaha sosial merupakan bentuk kebangkitan baru dari bangsa Indonesia yang harus dikembangkan.

Konsep ini muncul dari kesadaran individu akan pentingnya membangun bangsa. Kebangkitan bangsa tidak melulu harus didorong pemerintah, namun kebangkitan bangsa harus muncul dari nurani setiap insan Indonesia.

Ananda Suci Munggaran
Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Universitas Padjadjaran
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved