Isra Mikraj Wahana Revolusi Mental

Senin, 18 Mei 2015 - 11:14 WIB
Isra Mikraj Wahana Revolusi...
Isra Mikraj Wahana Revolusi Mental
A A A
JAKARTA - Peristiwa Isra Mikraj adalah momentum yang sangat tepat sebagai proses transformasi umat menuju nilai-nilai kehidupan yang beradab.

Melalui pemaknaan dan penghayatan yang komprehensif, manusia akan mendapatkan posisi terhormat. Makna tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj 1436H di Istana Merdeka Jakarta. Presiden mengajak seluruh umat Islam dan komponen bangsa untuk menyadari serta mengimplementasikan konsep pembangunan Indonesia sebagai negara yang berketuhanan.

Jokowi juga mengajak umat untuk mewujudkan negara religius yang terbebas dari kemiskinan, kesenjangan sosial demi menjadi sebuah negara adil, makmur dan sejahtera. ”Mari kita maknai nilai-nilai Isra Mikraj sebagai bagian revolusi mental karakter bangsa, utamanya dalam memantapkan karakter kita sebagai bangsa yang berpotensi,” ujarnya.

Jokowi menyebut bangsa Indonesia memiliki daya intelektual dan pemikiran yang kuat serta berjiwa mandiri dengan spirit berdikari. Untuk itu bangsa Indonesia harus terus bersatu agar menjadi kuat. Hal ini juga bisa menutup peluang tumbuhnya radikalisme dan anarkisme yang bisa merusak tatanan persatuan dan kesatuan bangsa.

Presiden juga berharap ketahanan pangan bangsa menjadi kuat, pertumbuhan ekonomi bagus, serta dapat menanggulangi kemiskinan dan kesejahteraan. ”Oleh karena itu, mari kita junjung tinggi kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial sebagai pilar masyarakat Indonesia yang rukun dan beradab mulia,” terangnya.

Peringatan Isra Mikraj di Istana Merdeka, Jumat (15/3) malam, dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua DPR Setya Novanto, dan sejumlah duta besar negara sahabat. Adapun ceramah Isra Mikraj disampaikan guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Syamsul Anwar bertema ”Spirit Isra Mikraj bagi Pembangunan Masyarakat Berkeadaban”.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menilai peristiwa Isra Mikraj merupakan momentum untuk menjadikan transformasi spiritual yang mengajari umat untuk senantiasa taat, tunduk, patuh terhadap perintah dan larangan Allah SWT. Menurutnya, momentum ini juga sebagai acuan kaum muslim untuk bisa terus berjuang dalam memajukan peradaban baru Islam.

Selain itu, kerukunan antarumat beragama di Indonesia merupakan sebuah perwujudan yang harus senantiasa dijaga demi terciptanya keselarasan dalam berbangsa dan bernegara. ”Esensi Isra Mikraj mendorong umat Islam di Tanah Air untuk terus membangun dan mengembangkan peradaban Islam, peradaban yang mengedepankan ilmu pengetahuan, perdamaian, keadilan, toleransi yang semuanya itu bertumpu pada konsep rahmatan lil alamin,” terangnya.

Saat memberi tausiah pada peringatan Isra Mikraj yang diselenggarakan Majelis Zikir Nurul Musthofa pimpinan Al-Habib Hasan bin Jafar Assegaf di Lapangan Monas, Jakarta, Menag juga menyampaikan pentingnya menegakkan salat. Dalam pandanganMenag, ada dua dimensi dalam salat, yakni hablumminallah sebagai bentuk tunduk dan pasrah kepada Allah SWT dan hablummin hablummin alam sebagai tanggung jawab manusia sebagai khalifah atau pengelola bumi ini.

Menurut dia, salat tidak sekadar menjalankannya dengan khusyuk. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus mampu menjalankan peran sosial. ”Di sinilah hebat dan uniknya Islam, selain selalu mengaitkan dengan ketertundukan kepada Allah SWT, juga sebagai jalan untuk saling membantu sesama,” urainya.

Alfian faisal
(bhr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved