Medan Magnet Merkurius Aktif 4 Miliar Tahun Silam
Minggu, 17 Mei 2015 - 11:21 WIB
Medan Magnet Merkurius Aktif 4 Miliar Tahun Silam
A
A
A
Hasil terbaru dari satelit antariksa Messenger menunjukkan, medan magnet di planet Merkurius mulai aktif sekitar 4 miliar tahun silam. Messenger menghabiskan waktu empat tahun mengorbit Merkurius sebelum kehabisan bahan bakar dan jatuh ke permukaan planet tersebut pada 30 April lalu.
Selama beberapa bulan sebelumnya satelit itu bergerak mendekat dan semakin dekat ke darat, menghasilkan sejumlah foto dan detail luar biasa tentang permukaan planet tersebut. ”Saat Messenger berada di orbit terendah, satelit itu mendeteksi jejak medan magnet dibagian kuno kerak planet tersebut,” ungkap hasil studi yang dirilis di jurnal Science beberapa waktu lalu.
”Medan magnet itu 100 kali lebih kuat dibandingkan yang dimiliki Merkurius saat ini,” ungkap Catherine Johnson, Kepala Peneliti dari University of British Columbia di Vancouver. Lebih banyak data dan analisis diperlukan untuk memastikan apakah medan magnet Merkurius itu terus muncul selama 4 miliar tahun silam, atau apakah medan magnet itu pernah hilang, kemudian muncul lagi pada beberapa waktu.
Seperti Bumi, medan magnet Merkurius muncul dari apa yang disebut dinamo, gerak cairan besi konduktif elektrik di inti planet. Meski begitu, bagaimana Merkurius yang kecil ukurannya itu mampu mempertahankan proses itu masih menjadi misteri bagi para peneliti.
Dengan diameter hanya 4.879 kilometer atau sekitar sepertiga lebih besar dibandingkan bulan, inti Merkurius menjadi dingin dan padat, sesuai simulasi model komputer. Temuan terbaru ini juga membantu peneliti melihat lebih detail tentang sejarah Merkurius serta menjelaskan bagaimana planet-planet di luar sistem tata suryadapatmembentukdan mempertahankan medan magnetnya.
Syarifudin
Selama beberapa bulan sebelumnya satelit itu bergerak mendekat dan semakin dekat ke darat, menghasilkan sejumlah foto dan detail luar biasa tentang permukaan planet tersebut. ”Saat Messenger berada di orbit terendah, satelit itu mendeteksi jejak medan magnet dibagian kuno kerak planet tersebut,” ungkap hasil studi yang dirilis di jurnal Science beberapa waktu lalu.
”Medan magnet itu 100 kali lebih kuat dibandingkan yang dimiliki Merkurius saat ini,” ungkap Catherine Johnson, Kepala Peneliti dari University of British Columbia di Vancouver. Lebih banyak data dan analisis diperlukan untuk memastikan apakah medan magnet Merkurius itu terus muncul selama 4 miliar tahun silam, atau apakah medan magnet itu pernah hilang, kemudian muncul lagi pada beberapa waktu.
Seperti Bumi, medan magnet Merkurius muncul dari apa yang disebut dinamo, gerak cairan besi konduktif elektrik di inti planet. Meski begitu, bagaimana Merkurius yang kecil ukurannya itu mampu mempertahankan proses itu masih menjadi misteri bagi para peneliti.
Dengan diameter hanya 4.879 kilometer atau sekitar sepertiga lebih besar dibandingkan bulan, inti Merkurius menjadi dingin dan padat, sesuai simulasi model komputer. Temuan terbaru ini juga membantu peneliti melihat lebih detail tentang sejarah Merkurius serta menjelaskan bagaimana planet-planet di luar sistem tata suryadapatmembentukdan mempertahankan medan magnetnya.
Syarifudin
(bbg)