DPR Diminta Usut Praktik Rangkap Jabatan Puan-Tjahjo

Jum'at, 15 Mei 2015 - 23:35 WIB
DPR Diminta Usut Praktik...
DPR Diminta Usut Praktik Rangkap Jabatan Puan-Tjahjo
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diduga kuat melakukan praktik rangkap jabatan. Apalagi, bila masih menerima hak-hak keuangan sebagai anggota DPR.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin mengatakan, DPR perlu segera mengusut dugaan pelanggaran undang-undang tersebut.

"Apabila terbukti, maka presiden hanya punya dua pilihan, yaitu memberhentikan keduanya dari jabatan menteri atau mempertahankan mereka dengan konsekuensi presiden yang dianggap melanggar undang-undang," ujar Said dalam siaran pers yang diterima SINDO, Jumat 15 Mei 2015.

Said menjelaskan, proses pemberhentian Anggota DPR tidak mudah, karena ada serangkaian proses ketatanegaraan yang harus dilewati. Dalam peraturan perundang-undangan diatur, Anggota DPR berhenti antarwaktu karena tiga alasan yakni, meninggal dunia, mengundurkan diri, dan diberhentikan.

Karena itu, lanjutnya, apabila dua menteri PDIP itu menyatakan telah mengundurkan diri, maka hal itu harus dibuktikan secara formil dengan menunjukkan surat pengunduran diri. Lantas, bukti itu menjadi dasar bagi partai untuk mengusulkan pemberhentian anggotanya kepada pemimpin DPR.

Pemimpin DPR kemudian mengusulkan pemberhentian anggota DPR bersangkutan kepada presiden. "Jadi ujungnya presiden lah yang meresmikan pemberhentian anggota DPR. Itulah prosedur ketatanegaraan yang benar untuk pemberhentian anggota DPR yang mengundurkan diri," jelas Said.

Namun faktanya, sambung Said, berdasarkan hasil pengecekan media ke Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR yang menemukan nama Puan dan Tjahjo masih terdaftar sebagai anggota DPR. Pihak Setjen sendiri telah memastikan bahwa mereka belum pernah menerima surat pengunduran diri Puan dan Tjahjo. Puan sendiri membenarkan bahwa namanya masih tercatat sebagai Anggota DPR.

"Dari kedua indikasi tersebut maka sangat kuat dugaan Puan dan Tjahjo telah melakukan praktik rangkap jabatan sebagai menteri sekaligus sebagai anggota DPR," jelasnya.

Oleh karena itu, Said menilai, keduanya terindikasi melakukan praktik rangkap jabatan. Konsekuensi pertama, Puan dan Tjahjo diduga kuat masih menerima hak-hak keuangan dari DPR. Sebab, Setjen DPR tidak mungkin berani menghentikan hak-hak keuangan terhadap keduanya sebelum mereka memperoleh Keputusan Presiden.

"Setjen DPR tentu saja harus mempunyai dasar hukum jika ingin menstop hak-hak keuangan Puan dan Tjahjo," tuturnya.

Kedua, Said menambahkan, Puan dan Tjahjo diduga kuat telah melanggar UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (UU Kementerian Negara) yang melarang rangkap jabatan. Bahkan merujuk kepada Pasal 23 huruf a dan Pasal 24 Ayat (2) huruf d, Puan dan Tjahjo wajib hukumnya diberhentikan sebagai menteri oleh presiden.

"Dalam hal presiden tidak memberhentikan Puan dan Tjahjo setelah dibuktikan keduanya masih terdaftar sebagai anggota DPR, maka presiden lah yang dianggap telah melanggar UU tersebut," tutup Said.
(kri)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved