Banyak Menteri Tak Berprestasi, Jokowi Tak Mau Respons
Rabu, 13 Mei 2015 - 19:01 WIB
Banyak Menteri Tak Berprestasi, Jokowi Tak Mau Respons
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) banyak diberitakan tak memiliki prestasi apapun selama sekitar enam bulan bekerja. Prestasi negatif ini berdasarkan hasil riset dan kajian Political Communication Institute (Polcomm).
Presiden Jokowi pun tidak mau berkomentar banyak meskipun ada menterinya kinerjanya disorot negatif. Jokowi mengaku akan mengkaji terlebih dahulu kinerja para pembantunya.
"Ya nanti. Nanti dilihat," kata Presiden Jokowi singkat di kompleks Rumah Sakit Moh Ridwan Meureksa Kodam Jaya, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (13/5).
Saat disinggung apakah puas dengan kinerja menteri, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tetap irit bicara. Jokowi hanya mengulangi jawaban sebelumnya. "Apanya? Nantilah dilihat," kata dia.
Seperti diketahui, Political Communication Institute ( Polcomm) merilis sejumlah menteri sering disoroti negatif oleh media. Yakni Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly sebesar 6,7 persen, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjiatno mencapai 6,3 persen, disusul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebesar 4,1 persen, dan Menteri BUMN Rini Soemarno sebesar 1,4 persen, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto sebesar 3,1 persen.
Namun ada juga menteri Jokowi-JK yang menjadi soroton positif selama menjabat. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menempati peringkat pertama yakni 10,9 persen, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Anies Baswedan sebesar 5,3 persen, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakiri 4,7 persen, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan 3,1 persen, dan Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar sebesar 2,1 persen.
Presiden Jokowi pun tidak mau berkomentar banyak meskipun ada menterinya kinerjanya disorot negatif. Jokowi mengaku akan mengkaji terlebih dahulu kinerja para pembantunya.
"Ya nanti. Nanti dilihat," kata Presiden Jokowi singkat di kompleks Rumah Sakit Moh Ridwan Meureksa Kodam Jaya, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (13/5).
Saat disinggung apakah puas dengan kinerja menteri, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tetap irit bicara. Jokowi hanya mengulangi jawaban sebelumnya. "Apanya? Nantilah dilihat," kata dia.
Seperti diketahui, Political Communication Institute ( Polcomm) merilis sejumlah menteri sering disoroti negatif oleh media. Yakni Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly sebesar 6,7 persen, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjiatno mencapai 6,3 persen, disusul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebesar 4,1 persen, dan Menteri BUMN Rini Soemarno sebesar 1,4 persen, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto sebesar 3,1 persen.
Namun ada juga menteri Jokowi-JK yang menjadi soroton positif selama menjabat. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menempati peringkat pertama yakni 10,9 persen, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Anies Baswedan sebesar 5,3 persen, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakiri 4,7 persen, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan 3,1 persen, dan Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar sebesar 2,1 persen.
(hyk)