Politik

Tipe pemilih & pengaruhnya terhadap Pemilu 2014

Kamis,  19 Desember 2013  −  14:21 WIB
Tipe pemilih & pengaruhnya terhadap Pemilu 2014
Ilustrasi (Okezone)

Sindonews.com - Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi menilai, ada beberapa tipe atau kelompok pemilih yang bisa mempengaruhi partisipasi masyarakat pada Pemilu 2014 mendatang.

Menurutnya, pemilih dengan tipe apatis kecenderungannya sudah tak lagi percaya dengan lembaga politik seperti partai politik. Selain itu, pemilih kategori ini terpengaruh juga oleh wakilnya di pemerintahan.

"45,1 persen ini tantangan golput. Golputnya kecenderungannya apatis," kata Burhanuddin, di Kuningan, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Selanjutnya, kata Burhan, pemilih dengan tipe setia. Pada tipe ini, jelas dia, pemilih cenderung masih membuka harapan terhadap perubahan. Bahkan, kepercayaan terhadap intitusi politik masih ada dan masih membuka kecenderungan menerima pengaruh-pengaruh politik.

"Political interest yang tinggi juga tapi jumlahnya 17 persen," ujarnya.

Berikutnya, tipe pemilih teralienasi. Untuk tipe ini, kepercayaan pemilih terhadap intitusi politik rendah. Tapi, tak menutup diri terhadap pengaruh politik.

"Mereka trust terhadap institusi rendah, tapi political interest dia tinggi," ucapnya.

Yang terakhir, tambah Burhan, pemilih dengan tipe naif. Pada masyarakat ini, kecenderungan tipe pemilih seperti ini tidak tertarik pada dunia politik. Tetapi, menaruh harapan perubahan yang sangat besar terhadap pemilu.

"Pemilih ini jumlahnya 28,1 persen," imbuhnya.

Baca berita:
Pemilu 2014, Komando serukan Rp10 juta per pemilih


(kri)

views: 1.067x

 

shadow