DPR Akui Panitera Jadi Pintu Masuk Mafia Peradilan

Minggu, 19 Juni 2016 - 12:26 WIB
DPR Akui Panitera Jadi...
DPR Akui Panitera Jadi Pintu Masuk Mafia Peradilan
A A A
JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi, Rabu 15 Juni 2016, dinilai sebagai bukti bahwa panitera masih menjadi pintu masuk mafia peradilan.

Adapun OTT terhadap Panitera Pengganti PN Jakut, Rohadi,‎ itu terkait suap dari pendangdut Saipul Jamil, terdakwa perkara tindak pidana pencabulan.

‎Sebelumnya, Rabu 20 April 2016, Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat (Jakpus) Edy Nasution ikut diamankan dalam OTT KPK terkait dugaan suap pengajuan permohonan Peninjauan Kembali (PK).

Anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto ‎berpendapat bahwa OTT KPK terhadap Panitera Pengganti PN Jakut, Rohadi, itu membuktikan bahwa mafia peradilan masih ada hingga saat ini.

‎"Jelas sekali panitera itu pemain menjadi pintu masuk mafia peradilan," ujar Wihadi saat dihubungi, Minggu (19/6/2016).

Maka itu menurut dia, Mahkamah Agung (MA) perlu mengambil sikap tegas‎ mengenai persoalan demikian. "Panitera-panitera ini harus segera dilakukan pembersihan, mutasi," tutur politikus Partai Gerindra ini.

Kemudian dia berpendapat, KPK perlu mengembangkan kasus yang melibatkan Panitera Pengganti PN Jakut Rohadi itu‎.

"Ini pintu masuk untuk ungkap kasus yang lebih besar dari Rp1 M, harus dikembangkan ke sana, pengadilan ini memang sarang mafia peradilan di panitera‎," ucapnya.

Dia juga menilai bahwa hukuman bagi Saipul Jamil perlu diperberat. Karena pendangdut itu diduga telah menyuap Panitera Pengganti PN Jakut, Rohadi. "‎Panitera harus diamati benar, masuknya mafia peradilan dari panitera," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Bentuk Tim Penyidik...
Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Kejagung: 9 Penyidik, Mayoritas Jaksa Alumni KPK
Terbitkan 3 Sprindik...
Terbitkan 3 Sprindik Baru, Kejaksaan Sebut Status Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Saksi
Penanganan Perkara Febri...
Penanganan Perkara Febri Adriansyah Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved