Komisi I Sudah Lama Minta Halim Dikembalikan Jadi Pangkalan Militer

Selasa, 08 Maret 2016 - 20:04 WIB
Komisi I Sudah Lama...
Komisi I Sudah Lama Minta Halim Dikembalikan Jadi Pangkalan Militer
A A A
JAKARTA - ‎Komisi I DPR sudah lama meminta agar fungsi kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dikembalikan secara utuh sebagai pangkalan militer.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, ‎pihaknya pernah menggelar rapat membahas persoalan pengelolan kawasan Halim Perdanakusuma bersama TNI Angkatan Udara (AU), PT Angkasa Pura dan pihak Lion Air.

‎"Pada prinsipnya pada waktu itu Komisi I meminta Halim ini agar dikembalikan fungsinya utuh sebagai bandara militer, pangkalan militer," ujar Mahfudz di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Dia melanjutkan, Komisi I saat itu juga berharap tidak ada lagi penerbangan komersil di Halim Perdanakusuma, setelah perluasan Bandara Soekarno-Hatta rampung nantinya.

Kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sepengetahuannya sebagian kawasan Halim Perdanakusuma itu digunakan untuk sebuah stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung.

‎"Dan pihak TNI AU beberapa hari lalu, saya kan dari Mabes TNI AU itu dengan tegas kok menolak mereka. Karena itu instalasi militer dan memang fasilitas umum seperti itu tidak boleh berdekatan dengan fasilitas militer kan," tuturnya.

Mahfudz menambahkan, TNI AU pun tidak sekadar menolak didirikannya sebuah stasiun kereta cepat itu. TNI AU juga sudah memberikan alternatif solusi menawarkan lahannya di daerah Cipinang.

‎"Saya sih berharap Meneg BUMN tidak bersikeras ya menggunakan lahan Halim itu," pungkasnya.

Belum lama ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berkicau di akun Twitternya soal Lanud Halim Perdanakusumah telah dikuasai asing. Diketahui, hak kelola Bandara Halim Perdanakusuma dipegang PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS), Lion Air Group.

Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan PT Angkasa Pura II tentang pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma.

Perkara yang diajukan pada 2 November 2015 tersebut diputus MA pada 11 Februari lalu oleh Ketua Majelis Syamsul Ma'rif dan Anggota I Gusti Agung Sumanatha serta Mohammad Salah.

PILIHAN:
Kejagung Periksa Staf Ahli Wapres Terkait Kasus Grand Indonesia

Bareskrim Tetapkan Adik BW Jadi Tersangka Kasus Mobile Crane
(kri)
Berita Terkait
Mengenal I Made Susila...
Mengenal I Made Susila Adnyana, Jebolan AAU 1990 yang Resmi Jabat Danseskoau
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Sejumlah Marsekal Muda...
Sejumlah Marsekal Muda yang Menjabat di Kotama TNI AU, Nomor 4 Jebolan Kopassus
Deretan Brevet Pangkoopsudnas...
Deretan Brevet Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tonny Harjono, Jebolan AAU 1993
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi 23 Perwira Tinggi TNI AU
Momen 24 Pesawat Demo...
Momen 24 Pesawat Demo di Langit Yogyakarta Meriahkan HUT ke-78 TNI AU
Berita Terkini
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Infografis
Profil Letjen TNI Mohammad...
Profil Letjen TNI Mohammad Fadjar, Pangkostrad yang Jadi Komandan Upacara Kehormatan Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved