MPR: Pemberdayaan Pemuda Penting Diwujudkan untuk Masa Depan Bangsa yang Lebih Baik
Rabu, 18 Januari 2023 - 20:37 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan keseluruhan proses penempaan diri kaum muda itu mesti berpijak teguh pada konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika untuk memagari pemuda dari berbagai ancaman sehingga mampu menjawab tantangan di berbagai bidang.
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Ni’am Sholeh berpendapat bahwa berbicara soal pemuda berarti berbicara tentang masa depan bangsa. Kelompok pemuda berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan memiliki rentang usia 16 tahun-30 tahun.
"Kondisi rendahnya partisipasi pemuda dalam pembuatan kebijakan publik saat ini, harus menjadi bahan introspeksi masyarakat dan para pemangku kepentingan. Padahal membangun sektor kepemudaan akan berdampak pada pembangunan kesuksesan pada 5-10 tahun mendatang," jelasnya.
Saat ini, kata Asrorun, pembangunan kepemudaan nasional mengarah pada peningkatan kualitas SDM, pembangunan karakter kebangsaan, dan partisipasi pemuda di sejumlah bidang pembangunan.
"Untuk mendorong peningkatan keterlibatan pemuda dalam proses-proses pengambilan keputusan publik, kita berupaya mengembangkan sisi kepemimpinan, kepeloporan, kewirausahaan, dan kemitraan dari para generasi muda," terangnya.
Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar mengungkapkan berdasarkan penyerapan aspirasi terhadap 6.000 anak muda, pihaknya menemukan ada sejumlah kegelisahan di kalangan anak muda. Antara lain, kegelisahan terhadap rendahnya akses pendidikan, akses pekerjaan, dan akses kewirausahaan.
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Ni’am Sholeh berpendapat bahwa berbicara soal pemuda berarti berbicara tentang masa depan bangsa. Kelompok pemuda berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan memiliki rentang usia 16 tahun-30 tahun.
"Kondisi rendahnya partisipasi pemuda dalam pembuatan kebijakan publik saat ini, harus menjadi bahan introspeksi masyarakat dan para pemangku kepentingan. Padahal membangun sektor kepemudaan akan berdampak pada pembangunan kesuksesan pada 5-10 tahun mendatang," jelasnya.
Saat ini, kata Asrorun, pembangunan kepemudaan nasional mengarah pada peningkatan kualitas SDM, pembangunan karakter kebangsaan, dan partisipasi pemuda di sejumlah bidang pembangunan.
"Untuk mendorong peningkatan keterlibatan pemuda dalam proses-proses pengambilan keputusan publik, kita berupaya mengembangkan sisi kepemimpinan, kepeloporan, kewirausahaan, dan kemitraan dari para generasi muda," terangnya.
Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar mengungkapkan berdasarkan penyerapan aspirasi terhadap 6.000 anak muda, pihaknya menemukan ada sejumlah kegelisahan di kalangan anak muda. Antara lain, kegelisahan terhadap rendahnya akses pendidikan, akses pekerjaan, dan akses kewirausahaan.
Lihat Juga :