Dicemooh saat Daftar Akmil, Keajaiban Tahajud dan Dhuha Jadikan Sosok Ini Jenderal TNI Paling Dihormati
Selasa, 17 Januari 2023 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Seiring perjalanan waktu, Mulyono berhasil membuktikan dirinya sebagai prajurit pilihan. Hal itu dibuktikan denan menjadi lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad). Selepas mengikuti pendidikan, karier militer Mulyono terus menanjak. Mulyono kemudian dipercaya mengemban jabatan sebagai Dandim 0901/Samarinda, selanjutnya Danrem 032/Wirabraja hingga akhirnya pecah bintang dengan menjabat sebagai Dirlat Kodiklat TNI AD.
Kariernya sebagai Perwira Tinggi (Pati) di TNI pun semakin cemerlang. Bintang emas di pundaknya kembali bertambah menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dengan menjabat sebagai Wadankodiklat TNI AD, selanjutnya Asops KSAD. Bahkan, Mulyono menjadi orang nomor satu yang dipercaya menjaga keamanan wilayah Ibu Kota Jakarta sebagai Pangdam Jaya.
Tidak lama menjabat sebagai Pangdam Jaya, Mulyono diangkat menjadi Pangkostrad. Sebuah jabatan yang sangat strategis di TNI AD. Puncaknya, Mulyono diangkat sebagai KSAD, karier militer tertinggi di TNI AD.
Jenderal Rendah Hati yang Dicintai Prajurit
Meski menjabat sebagai KSAD, Mulyono dikenal sebagai Jenderal yang dekat dan dicintai prajuritnya. Hal itu lantaran Mulyono sering membaur dengan anak buahnya. Sebagai KSAD kebiasaan itu dilakukan sekaligus untuk menyemangati anak buahnya.
"KSAD juga manusia, KSAD tidak makan besi, KSAD juga makan nasi. Saya tidak ingin prajurit saya ketemu dengan KSAD takut. Rangkul saja tidak papa. Minta duit tidak papa, tak kasih kalau saya punya," ujar Mulyono setiap kali bertatap muka dengan prajuritnya.
Tidak hanya itu, Mulyono juga tidak segan-segan mengangkat lengan prajurit yang berada di sebelahnya dan meletakkan di atas bahunya sambil mengepalkan tangan.
"Angkatan Darat tidak bisa dipimpin dengan ketakutan tapi semangat bersama, kekuatan bersama mulai prada sampai jenderal, sampai kepala staf, jelas prajurit," ucapnya.
Bahkan, dalam pertemuan dengan prajurit Kopassus, Mulyono tidak sungkan membuang pangkat bintang empatnya. Hal itu dilakukan agar tidak ada jarak antara dirinya dengan prajurit Korps Baret Merah tersebut.
“Jadi tidak boleh, tidak boleh takut, tentara ada pimpinan bawahan, tapi kita sebagai kawan. Tentara itu team work, organisasi tentara itu ada team work kerja sama. Kamu tidak boleh takut sama saya, saya adalah kawan mu juga,” kata Mulyono.
Kariernya sebagai Perwira Tinggi (Pati) di TNI pun semakin cemerlang. Bintang emas di pundaknya kembali bertambah menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dengan menjabat sebagai Wadankodiklat TNI AD, selanjutnya Asops KSAD. Bahkan, Mulyono menjadi orang nomor satu yang dipercaya menjaga keamanan wilayah Ibu Kota Jakarta sebagai Pangdam Jaya.
Tidak lama menjabat sebagai Pangdam Jaya, Mulyono diangkat menjadi Pangkostrad. Sebuah jabatan yang sangat strategis di TNI AD. Puncaknya, Mulyono diangkat sebagai KSAD, karier militer tertinggi di TNI AD.
Jenderal Rendah Hati yang Dicintai Prajurit
Meski menjabat sebagai KSAD, Mulyono dikenal sebagai Jenderal yang dekat dan dicintai prajuritnya. Hal itu lantaran Mulyono sering membaur dengan anak buahnya. Sebagai KSAD kebiasaan itu dilakukan sekaligus untuk menyemangati anak buahnya.
"KSAD juga manusia, KSAD tidak makan besi, KSAD juga makan nasi. Saya tidak ingin prajurit saya ketemu dengan KSAD takut. Rangkul saja tidak papa. Minta duit tidak papa, tak kasih kalau saya punya," ujar Mulyono setiap kali bertatap muka dengan prajuritnya.
Tidak hanya itu, Mulyono juga tidak segan-segan mengangkat lengan prajurit yang berada di sebelahnya dan meletakkan di atas bahunya sambil mengepalkan tangan.
"Angkatan Darat tidak bisa dipimpin dengan ketakutan tapi semangat bersama, kekuatan bersama mulai prada sampai jenderal, sampai kepala staf, jelas prajurit," ucapnya.
Bahkan, dalam pertemuan dengan prajurit Kopassus, Mulyono tidak sungkan membuang pangkat bintang empatnya. Hal itu dilakukan agar tidak ada jarak antara dirinya dengan prajurit Korps Baret Merah tersebut.
“Jadi tidak boleh, tidak boleh takut, tentara ada pimpinan bawahan, tapi kita sebagai kawan. Tentara itu team work, organisasi tentara itu ada team work kerja sama. Kamu tidak boleh takut sama saya, saya adalah kawan mu juga,” kata Mulyono.
(cip)
Lihat Juga :