Sejarah Hari Dharma Samudera Diperingati Setiap 15 Januari
Minggu, 15 Januari 2023 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, pada 28 April 1958 di Pelabuhan Balikpapan, KRI Hang Tuah yang bakal ditarik dari penugasannya dalam operasi menumpas pemberontak Permesta tiba-tiba mengalami kerusakan mesin. Tak berselang lama, KRI Hang Tuah diserang pesawat pembom B-26 Invander milik Permesta.
Korvet yang dikomandani Mayor Laut Ayub Laya itu tetap berusaha menghalau pesawat pembom tersebut dengan senapan mesin kapalnya karena mesin mati dan tidak dapat bermanuver di alur pelabuhan.
Namun, KRI Hang Tuah tidak dapat menghindar dari serangan bom yang menghantam bagian tengah kapal dan meledakkan gudang amunisinya. KRI Hang Tuah terbakar dan tenggelam.
Lalu, pada 15 Januari 1962, ketiga kapal ALRI, Macan Tutul, Harimau, dan Macan Kumbang sudah semakin dekat dengan daratan Irian (Papua sekarang, red). Namun, pergerakan tiga kapal jenis Motor Torpedo Boat (MTB) milik ALRI tersebut dapat diketahui pesawat Neptune Belanda.
Pesawat Belanda segera menembakkan suar pemberi peringatan yang mengundang tiga kapal kombatan Belanda, Hr.Ms Eversten, Kortenaer, dan Utrecht datang. Pertempuran tidak seimbang terjadi lagi.
KRI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso dan anak buah kapalnya. Sedangkan KRI Harimau dan Macan Kumbang berhasil putar haluan dan selamat karena manuver dan perlindungan yang diberikan KRI Macan Tutul.
“Karena keberanian dan sikap rela berkorban yang ditunjukkan oleh Komodor Yos Sudarso bersama anak buah kapalnya, peristiwa tanggal 15 Januari 1962 tersebut dijadikan momentum Hari Dharma Samudera. Hari di mana para pahlawan laut yang terlibat dalam pertempuran-pertempuran laut yang pernah terjadi di Indonesia dikenang,” pungkasnya.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Vero Yudo Margono mengucapkan selamat memperingati Hari Dharma Samudera ke-61. “Selamat Memperingati Hari Dharma Samudera ke-61. 15 Januari 2023. Kobarkan Semangat Persatuan Yos Sudarso,” katanya dikutip dari laman resmi TNI, Minggu (15/1/2023).
Korvet yang dikomandani Mayor Laut Ayub Laya itu tetap berusaha menghalau pesawat pembom tersebut dengan senapan mesin kapalnya karena mesin mati dan tidak dapat bermanuver di alur pelabuhan.
Namun, KRI Hang Tuah tidak dapat menghindar dari serangan bom yang menghantam bagian tengah kapal dan meledakkan gudang amunisinya. KRI Hang Tuah terbakar dan tenggelam.
Lalu, pada 15 Januari 1962, ketiga kapal ALRI, Macan Tutul, Harimau, dan Macan Kumbang sudah semakin dekat dengan daratan Irian (Papua sekarang, red). Namun, pergerakan tiga kapal jenis Motor Torpedo Boat (MTB) milik ALRI tersebut dapat diketahui pesawat Neptune Belanda.
Pesawat Belanda segera menembakkan suar pemberi peringatan yang mengundang tiga kapal kombatan Belanda, Hr.Ms Eversten, Kortenaer, dan Utrecht datang. Pertempuran tidak seimbang terjadi lagi.
KRI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso dan anak buah kapalnya. Sedangkan KRI Harimau dan Macan Kumbang berhasil putar haluan dan selamat karena manuver dan perlindungan yang diberikan KRI Macan Tutul.
“Karena keberanian dan sikap rela berkorban yang ditunjukkan oleh Komodor Yos Sudarso bersama anak buah kapalnya, peristiwa tanggal 15 Januari 1962 tersebut dijadikan momentum Hari Dharma Samudera. Hari di mana para pahlawan laut yang terlibat dalam pertempuran-pertempuran laut yang pernah terjadi di Indonesia dikenang,” pungkasnya.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Vero Yudo Margono mengucapkan selamat memperingati Hari Dharma Samudera ke-61. “Selamat Memperingati Hari Dharma Samudera ke-61. 15 Januari 2023. Kobarkan Semangat Persatuan Yos Sudarso,” katanya dikutip dari laman resmi TNI, Minggu (15/1/2023).
(rca)
Lihat Juga :