Tragedi Kanjuruhan Jadi Atensi Istana, Moeldoko: Jangan Sampai Masyarakat Kecewa
Kamis, 12 Januari 2023 - 18:08 WIB
loading...
Kepala KSP Moeldoko menekankan kepada aparat, untuk mengambil langkah cepat dengan tetap memegang asas keadilan dalam penuntasan Tragedi Kanjuruhan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menekankan kepada aparat, untuk mengambil langkah cepat dengan tetap memegang asas keadilan dalam penuntasan Tragedi Kanjuruhan . Ia menegaskan jangan sampai masyarakat kecewa.
Terlebih kata Moeldoko , Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berjanji pemerintah akan melakukan investigasi tuntas dan menjalankan proses hukum yang berlaku.
"Jangan sampai menimbulkan kekecewaan kembali di masyarakat. Untuk itu penuntasan kasus ini harus benar-benar jalan dan mempertimbangkan segala aspek. Baik itu terkait pasal yang didakwakan, jumlah tersangka, atau soal restitusi. Sehingga tidak ada lagi persepsi publik bahwa kasus ini tidak mendapat atensi," kata Moeldoko, Kamis (12/1/2023).
Moeldoko menilai, kasus Tragedi Kanjuruhan di Malang bukan hanya sekadar persoalan hukum, namun juga masalah sosial yang menyangkut kepentingan masyarakat.
"Kasus ini luar biasa. Jadi harus dilihat secara luas. Jangan sampai lambatnya penuntasan kasus menyebabkan terjadinya konflik sosial," ujarnya.
Baca juga: Kapolri Janji Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Diketahui, rapat Koordinasi dihadiri Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto, Deputi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam Sugeng Purnomo, dan Ketua Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto dan perwakilan dari Jam Pidum Kejaksaan Agung.
Terlebih kata Moeldoko , Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berjanji pemerintah akan melakukan investigasi tuntas dan menjalankan proses hukum yang berlaku.
"Jangan sampai menimbulkan kekecewaan kembali di masyarakat. Untuk itu penuntasan kasus ini harus benar-benar jalan dan mempertimbangkan segala aspek. Baik itu terkait pasal yang didakwakan, jumlah tersangka, atau soal restitusi. Sehingga tidak ada lagi persepsi publik bahwa kasus ini tidak mendapat atensi," kata Moeldoko, Kamis (12/1/2023).
Moeldoko menilai, kasus Tragedi Kanjuruhan di Malang bukan hanya sekadar persoalan hukum, namun juga masalah sosial yang menyangkut kepentingan masyarakat.
"Kasus ini luar biasa. Jadi harus dilihat secara luas. Jangan sampai lambatnya penuntasan kasus menyebabkan terjadinya konflik sosial," ujarnya.
Baca juga: Kapolri Janji Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Diketahui, rapat Koordinasi dihadiri Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto, Deputi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam Sugeng Purnomo, dan Ketua Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto dan perwakilan dari Jam Pidum Kejaksaan Agung.
Lihat Juga :