TGB Zainul Majdi: Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Lebih Mewakili Masyarakat
Rabu, 11 Januari 2023 - 15:15 WIB
loading...
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menilai sistem pemilu proporsional terbuka yang berjalan saat ini lebih mewakili masyarakat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menilai sistem pemilu proporsional terbuka yang berjalan saat ini lebih mewakili masyarakat. Sistem tersebut lebih merepresentasikan keinginan masyarkat.
"Sistem proporsional terbuka lebih mampu merepresentasikan aspirasi masyarakat," kata TGB di Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2023).
Dijelaskan, aturan mengenai sistem pemilihan umum yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang mengatur proporsional terbuka membuat akuntabilitas wakil rakyat semakin kuat pada konstituen masing-masing.
Baca juga: Mengenal Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Beserta Kelebihan dan Kekurangannya
"Sedangkan proporsional tertutup, akuntabilitas kepada partai ada, namun akuntabilitas rakyat kepada wakilnya menjadi minim," ujarnya.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia ini melanjutkan, proporsional tertutup tersebut yang terlihat dari wakil rakyat adalah kiprah kepartaian. Selain itu, dengan proporsional tertutup, kiprah kedewanan, serta kemasyarakatan dapat minimal karena segalanya ditentukan oleh partai.
Baca juga: 8 Parpol Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Pengamat Politik: Sangat Tepat
"Sistem proporsional terbuka lebih mampu merepresentasikan aspirasi masyarakat," kata TGB di Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2023).
Dijelaskan, aturan mengenai sistem pemilihan umum yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang mengatur proporsional terbuka membuat akuntabilitas wakil rakyat semakin kuat pada konstituen masing-masing.
Baca juga: Mengenal Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Beserta Kelebihan dan Kekurangannya
"Sedangkan proporsional tertutup, akuntabilitas kepada partai ada, namun akuntabilitas rakyat kepada wakilnya menjadi minim," ujarnya.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia ini melanjutkan, proporsional tertutup tersebut yang terlihat dari wakil rakyat adalah kiprah kepartaian. Selain itu, dengan proporsional tertutup, kiprah kedewanan, serta kemasyarakatan dapat minimal karena segalanya ditentukan oleh partai.
Baca juga: 8 Parpol Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Pengamat Politik: Sangat Tepat
Lihat Juga :