Jubir Milenial PKB: Sistem Pemilu Tertutup Hambat Regenerasi Politisi Muda

Jum'at, 06 Januari 2023 - 22:33 WIB
loading...
Jubir Milenial PKB:...
Juru Bicara Milenial Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dira Martamin menanggapi wacana Pemilu 2024 yang akan dilakukan dengan sistem proporsional tertutup. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Milenial Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dira Martamin menanggapi wacana Pemilu 2024 yang akan dilakukan dengan sistem proporsional tertutup. Menurutnya, pemilu tertutup hanya akan menjadi malapetaka bagi demokrasi Indonesia.

"Aduh, ini tuh kabar buruk pakai banget dan akan jadi malapetaka bagi sistem demokrasi kita. Rakyat enggak bebas dalam menentukan siapa calon legislatif yang berhak mewakilinya di DPR," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/1/2023). Baca juga: Pemilu Sistem Proporsional Terbuka Digugat, Wapres: Biarkan MK yang Putuskan

Mengapa demikian? Sebab dalam pemilu tertutup yang memiliki kewenangan penuh menunjuk legislator di Parlemen adalah partai. Hal ini berbeda dengan sistem pemilu proporsional terbuka, di mana rakyat memiliki daulat penuh untuk menentukan calonnya sendiri.

"Kalau kata WS Rendra, bagaimana rakyat bisa merdeka bila hak pilih mereka dipasung. Mereka tidak boleh memilih secara langsung wakil-wakil mereka di dewan perwakilan," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, sejatinya pemilu proporsional tertutup juga akan menghambat proses regenarasi politisi. Menurutnya, ketika para legislator hanya ditunjuk partai maka akan terjadi kejumudan dalam tubuh partai.

"Yaa kalau begini kan itu-itu lagi aja. Yang punya duit pasti yang dipilih. Dan dikhawatirkan ini bisa jadi bencana politik yang sistematik. Pertama, karena merasa nyaman dan tidak perlu melakukan inovasi. Kedua, yang dipilih partai nanti yang nyumbang, nah nyumbang nanti pas dah duduk bukannya mewakili aspirasi rakyat malah sibuk cari balik modal."

"Yang ketiga, ini saya lihat seperti pengkhiatan ke rakyat. Rakyat seperti beli kucing dalam karung. Ini ancaman semakin memperkuat oligarki di Indonesia,” sambungnya.

Sebagai informasi, sistem Pemilu 2024 kembali mencuat, usai uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dilakukan. Uji materi terhadap beleid ini membuat isu soal wacana penerapan sistem proporsional tertutup dalam Pemilu 2024 ramai.

Dira menutup dengan memberikan statement bahwa hal ini dapat menghambat regenerasi para kaum milenial dan gen Z untuk terjun ke dalam dunia politik. Baca juga: Penjelasan PKB Tolak Uji Materi Sistem Proporsional Terbuka

“Bakal menambah antipati di generasi milenial dan gen Z, yakin. Kita generasi milenial mau beli rumah aja bingung setengah hidup ditambah system yang begini. Mana ada yang mau bro ngikut politik. Saya beruntung banget, PKB ngasih privilege ke seorang karyawan swasta kayak saya. Coba lihat partai politik mana yang ada karyawan swastanya di struktur organisasi mereka,” tutup Dira.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Penyebab Kecelakaan...
Penyebab Kecelakaan Mobil yang Ditumpangi Anggota DPR dari PKB Gus Hilman, Sopir Diduga Mengantuk
Rekomendasi
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved