Adu Kuat Partai Ummat dan PAN Berebut Suara di Kantong Sama
Kamis, 05 Januari 2023 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais mengatakan, partainya tidak akan mencari musuh dalam Pemilu 2024. "Saya mengatakan di sini bahwa Insya Allah Partai Ummat tidak akan mencari musuh atau lawan. No, never," kata Amien Rais saat konferensi pers di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2022).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Oktober 2022, pemilih PAN tercatat paling banyak yang memutuskan untuk memindahkan pilihan politiknya ke partai politik lain.
Dalam data yang dirilis lembaga SMRC, terlihat jelas ada pergeseran pilihan partai dari Pemilu 2019. "Rata-rata ada 31% dari pemilih partai (yang ada di parlemen) yang pindah ke partai lain jika pemilu diadakan sekarang (tidak setia). Rata-rata yang setia ada 58%, dan yang belum menentukan pilihan 11%," bunyi hasil survei SMRC yang diterima, Minggu (30/10/2022).
Baca: Partai Ummat Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024, Ini Pesan Khusus Amien Rais untuk Jokowi
Sementara itu, Analis Politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif mengatakan bahwa hadirnya partai politik baru secara tidak langsung akan meningkatkan persaingan politik dalam merebut nilai ambang batas parlemen. “Tingkat kompetisi akan semakin sulit terutama bagi partai politik baru," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/1/2023).
Dia melihat Partai Ummat punya kemiripan basis suara dengan PAN, yaitu sama-sama dari pemilih yang bergantung pada sosok Amien Rais. “Karena masih ada anggapan bahwa di kalangan pemilih mereka melihat PAN itu ada karena faktor Amien Rais meskipun ketua umumnya sekarang Zulkifli Hasan,” katanya.
Dia pun memprediksi bahwa Partai Ummat bisa mengguncang posisi PAN meski dari faktor ideologi kedua partai itu berbeda. "Karena ada sosok Amien Rais yang juga sebagai pendiri PAN," ungkapnya.
Baca juga: Deretan Peristiwa yang Mewarnai Lahirnya Partai Ummat
Maka itu, kata dia, Partai Ummat menjadi ancaman baru bagi PAN. Karena, lanjut dia, kekuatan figur politik sangat penting dalam partai politik, apalagi Amien Rais sama-sama sebagai pendiri kedua partai tersebut.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Oktober 2022, pemilih PAN tercatat paling banyak yang memutuskan untuk memindahkan pilihan politiknya ke partai politik lain.
Dalam data yang dirilis lembaga SMRC, terlihat jelas ada pergeseran pilihan partai dari Pemilu 2019. "Rata-rata ada 31% dari pemilih partai (yang ada di parlemen) yang pindah ke partai lain jika pemilu diadakan sekarang (tidak setia). Rata-rata yang setia ada 58%, dan yang belum menentukan pilihan 11%," bunyi hasil survei SMRC yang diterima, Minggu (30/10/2022).
Baca: Partai Ummat Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024, Ini Pesan Khusus Amien Rais untuk Jokowi
Sementara itu, Analis Politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif mengatakan bahwa hadirnya partai politik baru secara tidak langsung akan meningkatkan persaingan politik dalam merebut nilai ambang batas parlemen. “Tingkat kompetisi akan semakin sulit terutama bagi partai politik baru," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/1/2023).
Dia melihat Partai Ummat punya kemiripan basis suara dengan PAN, yaitu sama-sama dari pemilih yang bergantung pada sosok Amien Rais. “Karena masih ada anggapan bahwa di kalangan pemilih mereka melihat PAN itu ada karena faktor Amien Rais meskipun ketua umumnya sekarang Zulkifli Hasan,” katanya.
Dia pun memprediksi bahwa Partai Ummat bisa mengguncang posisi PAN meski dari faktor ideologi kedua partai itu berbeda. "Karena ada sosok Amien Rais yang juga sebagai pendiri PAN," ungkapnya.
Baca juga: Deretan Peristiwa yang Mewarnai Lahirnya Partai Ummat
Maka itu, kata dia, Partai Ummat menjadi ancaman baru bagi PAN. Karena, lanjut dia, kekuatan figur politik sangat penting dalam partai politik, apalagi Amien Rais sama-sama sebagai pendiri kedua partai tersebut.
Lihat Juga :