Mental Baja! Aksi Berani Mati Prajurit TNI di Lebanon Ini Bikin Pasukan Israel Mundur
Rabu, 04 Januari 2023 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Berkat Serda Basuki dkk, LAF-IDF meninggalkan kawasan berstatus quo itu tanpa aksi balasan lanjutan. Sejak kejadian itu, situasi keamanan TP-37 kembali normal sampai masa tugas mereka berakhir. Apa pun, aksi heroik Basuki itu terdengar hingga ke markas besar UNIFIL di Naqoura.
Menerima laporan tersebut Force Commander Mayjen Paolo Serra memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Indobatt. "Satgas Indobatt dinilai telah berhasil melaksanakan Mandat UNSCR 1701 sesuai STIR (Standardised Tantical Incident Reaction) V.26 point 2 (Foreseeable Blue Line Ground Incident Between LAF and IDF),” kata Paolo dalam keterangan resmi TNI.
Prajurit dari Lamongan
![Mental Baja! Aksi Berani Mati Prajurit TNI di Lebanon Ini Bikin Pasukan Israel Mundur]()
Foto/Disjarah AD
Serda Basuki dilahirkan di Lamongan, Jawa Timur pada 14 Juli 1976. Impiannya menjadi prajurit TNI terwujud ketika dia lulus seleksi pendidikan Sekolah Calon Tamtama pada 1998. Berpangkat Pratu, dia selanjutnya bergabung sebagai anggota Yonif 507/Sikatan Kodam V Brawijaya.
Kala itu, dia ditugaskan sebagai personel Penembak Kompi Senapan. Seiring perjalanan waktu, dia menembus pangkat kopral hingga bisa mengikuti pendidikan Sekolah Calon Bintara atau Secaba. Lulus, Basuki yang selanjutnya berpangkat Serda, dia kembali ke Sikatan yang telah berubah nama menjadi Yonif 507Raider Kodam V Brawijaya.
Semasa inilah Yonif 507/Raider mendapat kesempatan bergabung dalam Satgas Indobatt. Serda Basuki menjadi salah satu anggota yang dikirim ke Lebanon Selatan. Secara keseluruhan 1.169 prajurit menjalankan Misi Perdamaian PBB di bawah pimpinan Kolonel Inf Lucky Avianto (kini Kapusdiklat BIN dengan pangkat brigjen).
Lewat aksi heroik di wilayah konflik Lebanon itu, Basuki mendapatkan berbagai penghargaan mulai dari LAF, The United Nations Peacekeeping Medal dari Force Commander dan Garuda Brevet. Penghargaan-penghargaan ini, tulis Disjarahad, diberikan dalam apel luar biasa di Lapangan Soekarno, Markas Indobatt, Lebanon Selatan.
Keberanian dan mental baja Serda Basuki dkk seperti mengimplementasikan ucapan menggelegar KSAD waktu itu, Jenderal TNI Mulyono. “Jadilah sosok prajurit profesional yang berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik prima,” kata Mulyono.
Menerima laporan tersebut Force Commander Mayjen Paolo Serra memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Indobatt. "Satgas Indobatt dinilai telah berhasil melaksanakan Mandat UNSCR 1701 sesuai STIR (Standardised Tantical Incident Reaction) V.26 point 2 (Foreseeable Blue Line Ground Incident Between LAF and IDF),” kata Paolo dalam keterangan resmi TNI.
Prajurit dari Lamongan

Foto/Disjarah AD
Serda Basuki dilahirkan di Lamongan, Jawa Timur pada 14 Juli 1976. Impiannya menjadi prajurit TNI terwujud ketika dia lulus seleksi pendidikan Sekolah Calon Tamtama pada 1998. Berpangkat Pratu, dia selanjutnya bergabung sebagai anggota Yonif 507/Sikatan Kodam V Brawijaya.
Kala itu, dia ditugaskan sebagai personel Penembak Kompi Senapan. Seiring perjalanan waktu, dia menembus pangkat kopral hingga bisa mengikuti pendidikan Sekolah Calon Bintara atau Secaba. Lulus, Basuki yang selanjutnya berpangkat Serda, dia kembali ke Sikatan yang telah berubah nama menjadi Yonif 507Raider Kodam V Brawijaya.
Semasa inilah Yonif 507/Raider mendapat kesempatan bergabung dalam Satgas Indobatt. Serda Basuki menjadi salah satu anggota yang dikirim ke Lebanon Selatan. Secara keseluruhan 1.169 prajurit menjalankan Misi Perdamaian PBB di bawah pimpinan Kolonel Inf Lucky Avianto (kini Kapusdiklat BIN dengan pangkat brigjen).
Lewat aksi heroik di wilayah konflik Lebanon itu, Basuki mendapatkan berbagai penghargaan mulai dari LAF, The United Nations Peacekeeping Medal dari Force Commander dan Garuda Brevet. Penghargaan-penghargaan ini, tulis Disjarahad, diberikan dalam apel luar biasa di Lapangan Soekarno, Markas Indobatt, Lebanon Selatan.
Keberanian dan mental baja Serda Basuki dkk seperti mengimplementasikan ucapan menggelegar KSAD waktu itu, Jenderal TNI Mulyono. “Jadilah sosok prajurit profesional yang berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik prima,” kata Mulyono.
(muh)
Lihat Juga :