Jaringan Aktivis Siap Bangun Front Nasional Penyelamat Konstitusi

Sabtu, 31 Desember 2022 - 14:42 WIB
loading...
Jaringan Aktivis Siap...
Gathering Jaringan Aktivis Lintas Angkatan di Pendopo Bumi Paniis, Rumah Indro Tjahyono, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/12/2022). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Aktivis lintas angkatan dari Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta siap membentuk Front Nasional Penyelamat Konstitusi dan Reformasi. Mereka menilai gerakan kembali ke UUD 1945 yang asli adalah tidak tepat karena dikhawatirkan digunakan oleh elite politik untuk memperpanjang masa jabatan presiden.

Para aktivis menganggap masalah yang terjadi saat ini bukan pada amandemen UUD 1945 sebagai anak kandung Reformasi tapi pada peraturan turunan yaitu undang-undang yang dibuat oleh pemerintah dan DPR.

"Mereka menyusun UU yang menurut akal sehat jelas melanggar konstitusi dan kita diminta mengoreksi melalui MK (Mahkamah Konstitusi_. Sementara kita tahu MK sudah senapas dengan kekuasaan yang selalu menyetujui hal prinsip yang disodorkan penguasa," kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat dalam Gathering Jaringan Aktivis Lintas Angkatan di Pendopo Bumi Paniis, Rumah Indro Tjahyono, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/12/2022).

Ia mencontohkan ketika MK menetapkan UU Omnibus Law inkonstitusional bersyarat. "Bagaimana bisa MK melegalkan kejahatan negara pada rakyatnya selama 2 tahun," katanya.

Sekitar 60 aktivis senior dari berbagai kota dan lintas generasi hadir dalam forum gathering yang berlangsung santai penuh keakraban. Mereka di antaranya adalah Indro Tjahyono, Inamul Mustofa, Santoso, Paskah Irianto, Agustiana, Febby Lintang, Iwan Sumule, Firman Tendry, Yus Suma Dipraja, Ucok Safti Hidayat, Anti Dodo, Henda Surwenda, Lek Jum (Jumali), Fikri Thalib, Adnan Balfas, Pril Huseno, dan Marlin Dinamikanto.

Dalam acara bertema Merajut Keberanian dan Persaudaraan itu, para aktivis sepakat gerakan memperpanjang masa jabatan harus dilawan secara tegas. Pertemuan itu juga menyepakati perlunya membentuk front di berbagai kota yang melibatkan berbagai elemen dan tokoh masyarakat. Mereka menilai jika para pejuang Reformasi dan demokrasi lengah, maka akan menyesal dan sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Sementara itu, aktivis 78 Indro Tjahyono yang menjadi tuan rumah menyatakan, aktivis yang peduli terhadap masalah kenegaraan dan kebangsaan merupakan sumber daya demokrasi dan politik yang utama. Indro berharap pertemuan aktivis ini dapat dikembangkan sebagai modal sosial agar negara mampu melawan kekuatan antidemokrasi dan tetap prorakyat.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Cerita Ray Rangkuti...
Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Laporkan Saiful Mujani...
Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim, MPSI: Perbuatan Melawan Hukum dan Kategori Makar
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Siapa Sharif Osman Hadi?...
Siapa Sharif Osman Hadi? Pemimpin Demonstrasi Bangladesh yang Meninggal di Singapura
FH UNEJ Rayakan Dies...
FH UNEJ Rayakan Dies Natalis ke-61, Soroti Implementasi UUD 1945 dan Arah Pembangunan Nasional
Prabowo Ultimatum Penggiling...
Prabowo Ultimatum Penggiling Padi Nakal: Tidak Tertib, Saya Sita!
Rekomendasi
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Berita Terkini
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved