Ketua Rekat Indonesia Raya Eka Gumilar Daftar Jadi Bakal Caleg PKS
Jum'at, 30 Desember 2022 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
Eka menegaskan, pencalonan dirinya sebagai Bacaleg pusat tidak berhubungan dengan Ormas Rekat Indonesia Raya. Sebab, Rekat Indonesia Raya adalah ormas independen, yang tidak bisa diarahkan mendukung partai politik tertentu.
"Terbukti Sekjennya dari Nasdem dan Bendahara Umumnya bukan dari PKS," katanya.
Saat ditanya apakah sudah mendapat restu dari Ketua Dewan Pembina Rekat Indonesia Raya Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menjadi bacaleg dari PKS, Eka menjawab secara diplomatis. Menurutnya, Ryamizard mempersilakan Eka bergabung dengan partai politik selama partai tersebut konsisten memperjuangkan suara rakyat dan masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Patokannya dari beliau (Ryamizard) untuk kebaikan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Jadi kepada partai yang memang bisa menyuarakan suara rakyat seperti PKS," katanya.
Selama ini Eka dikenal sebagai sosok yang kerap menggelar forum seminar kebangsaan dengan mengundang ratusan tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari Aceh sampai Papua. "Karena kita ingin merekatkan semua anak bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan. Kita merangkul yang ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Kita ingin perbedaan jadi harmoni," kata Eka yang juga Ketua Dewan Pakar Kluster Bidang Komunikasi Media dan Kebijakan Publik PKS ini.
"Terbukti Sekjennya dari Nasdem dan Bendahara Umumnya bukan dari PKS," katanya.
Saat ditanya apakah sudah mendapat restu dari Ketua Dewan Pembina Rekat Indonesia Raya Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menjadi bacaleg dari PKS, Eka menjawab secara diplomatis. Menurutnya, Ryamizard mempersilakan Eka bergabung dengan partai politik selama partai tersebut konsisten memperjuangkan suara rakyat dan masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Patokannya dari beliau (Ryamizard) untuk kebaikan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Jadi kepada partai yang memang bisa menyuarakan suara rakyat seperti PKS," katanya.
Selama ini Eka dikenal sebagai sosok yang kerap menggelar forum seminar kebangsaan dengan mengundang ratusan tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari Aceh sampai Papua. "Karena kita ingin merekatkan semua anak bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan. Kita merangkul yang ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Kita ingin perbedaan jadi harmoni," kata Eka yang juga Ketua Dewan Pakar Kluster Bidang Komunikasi Media dan Kebijakan Publik PKS ini.
(abd)
Lihat Juga :