Waspada! BMKG: Ada 3 Titik Rawan Banjir di Tol Cipali saat Libur Nataru
Minggu, 25 Desember 2022 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: BMKG Prakirakan Hampir Seluruh Indonesia Dilanda Hujan Lebat pada Periode Nataru
“Sejak 21 Desember yang lalu kami mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk selama Natal dan Tahun Baru. Fenomena cuaca ekstrem yang mungkin terjadi adalah terjadinya hujan dengan intensitas lebat bahkan meningkat menjadi sangat lebat dan berpotensi pula menjadi ekstrem,” katanya.
Dwikorita menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah juga terkait untuk terus menyiagakan masyarakat yang ada di bantaran-bantaran sungai.
“Untuk banjir dan longsor ini kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga pihak terkait di daerah untuk terus menyiagakan terutama masyarakat yang berada di bantaran-bantaran sungai, di wilayah dekat sungai, di lembah sungai, bahkan juga pada lereng-lereng gunung untuk terus memonitor peringatan dini dari BMKG dan segera melakukan aksi cepat untuk meninggalkan wilayah-wilayah rawan tersebut saat hujan turun,” katanya.
“Biasanya kami menyampaikan peringatan dini itu 3 jam diulang-ulang sampai 30 menit sebelum kejadian. Jadi dimohon terus memonitor memantau informasi peringatan dini dari BMKG,” tandas Dwikorita.
“Sejak 21 Desember yang lalu kami mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk selama Natal dan Tahun Baru. Fenomena cuaca ekstrem yang mungkin terjadi adalah terjadinya hujan dengan intensitas lebat bahkan meningkat menjadi sangat lebat dan berpotensi pula menjadi ekstrem,” katanya.
Dwikorita menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah juga terkait untuk terus menyiagakan masyarakat yang ada di bantaran-bantaran sungai.
“Untuk banjir dan longsor ini kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga pihak terkait di daerah untuk terus menyiagakan terutama masyarakat yang berada di bantaran-bantaran sungai, di wilayah dekat sungai, di lembah sungai, bahkan juga pada lereng-lereng gunung untuk terus memonitor peringatan dini dari BMKG dan segera melakukan aksi cepat untuk meninggalkan wilayah-wilayah rawan tersebut saat hujan turun,” katanya.
“Biasanya kami menyampaikan peringatan dini itu 3 jam diulang-ulang sampai 30 menit sebelum kejadian. Jadi dimohon terus memonitor memantau informasi peringatan dini dari BMKG,” tandas Dwikorita.
(cip)
Lihat Juga :