Politikus PDIP Soroti Langkah Politik PKS dan Demokrat
Sabtu, 24 Desember 2022 - 22:28 WIB
loading...
Politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus menyoroti langkah politik yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. FOTO/DOK.DPR
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Deddy Yevri Sitorus menyoroti langkah politik yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Menurutnya, kedua partai ini kerap melontarkan isu yang ditujukan kepada Istana Negara atau Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Deddy merinci beberapa isu yang dilemparkan PKS dan Demokrat. Antara lain soal potensi kasus hukum Anies Baswedan, penjegalan terhadap bakal calon presiden dan wakil presiden, tawar-menawar kursi kabinet, hingga intervensi ke KPU.
"Ini tidak sehat, asumsi dibangun atas fitnah dan tidak memikirkan dampaknya bagi kualitas demokrasi dan pemilu," kata Deddy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/12/2022).
Anggota Komisi VI DPR ini menduga taktik politik itu sengaja dilakukan untuk meraih simpati publik. Namun sayangnya, isu yang dilemparkan itu tidak didasarkan bukti yang valid.
"Saya tidak melihat ada bukti yang valid bahwa Istana maupun Presiden melakukan intervensi apa pun yang dapat digugat baik secara hukum maupun etika," kata wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Utara tersebut.
Deddy merinci beberapa isu yang dilemparkan PKS dan Demokrat. Antara lain soal potensi kasus hukum Anies Baswedan, penjegalan terhadap bakal calon presiden dan wakil presiden, tawar-menawar kursi kabinet, hingga intervensi ke KPU.
"Ini tidak sehat, asumsi dibangun atas fitnah dan tidak memikirkan dampaknya bagi kualitas demokrasi dan pemilu," kata Deddy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/12/2022).
Anggota Komisi VI DPR ini menduga taktik politik itu sengaja dilakukan untuk meraih simpati publik. Namun sayangnya, isu yang dilemparkan itu tidak didasarkan bukti yang valid.
"Saya tidak melihat ada bukti yang valid bahwa Istana maupun Presiden melakukan intervensi apa pun yang dapat digugat baik secara hukum maupun etika," kata wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Utara tersebut.
Lihat Juga :