Usbob Luncurkan Gerakan Melek Quran Ngefek di Kehidupan
Sabtu, 24 Desember 2022 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengatakan, metode Kauny sebenarnya sudah diterapkan oleh para jamaah umroh ataupun jamaah haji saat berada di Tanah Suci. "Gerakan itu sebenarnya sudah terjadi di Tanah Suci. 90 persen jamaah haji atau jamaah umroh asal Indonesia enggak bisa bahasa Arab," ungkapnya.
"Tapi kalau mereka belanja dan kebetulan ketemu penjaga tokonya enggak bisa bahasa Indonesia, maka jamaah biasanya nanya ‘ini berapa?’ Lalu pedagang menjawab ‘Haji, hajah, khamsa’ sambil pedagang itu mengisyaratkan dengan menunjukkan kelima jarinya. Dan jamaah kita langsung mengerti khamsa itu artinya lima," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Direktur Kauny Quran Korpora Hafit Timor Mas’ud, Komisaris PT. Indonesia Mudah Menghafal Al-Quran Deny Ibnu Hajar, Komisaris PT. Kauny Quran Global Ustadz Habiburrahim, Direktur Utama PT. Indonesia Mudah Menghafal Al-Quran Aulia Ikhsan Fahdiat, dan Direktur Pendidikan PT. Kauny Quran Global Ustaz Hilal Achmad.
Hadir pula tamu undangan di antaranya Ketua Umum FKKSMN H. Rudi Dwi Maryanto, Herry dari Gelora Wakaf, Titi dari Mayangkara Tour and Travel, dan para Ibu Komite MTSN 27 Jakarta. Di tempat yang sama, Direktur Kauny Quran Aulia Ikhsan Fahdiat menyambut dengan gembira sekaligus haru acara ini.
Ikhsan mengatakan kenapa harus melek Quran, pertama karena rasa miris dengan data 65% masyarakat muslim masih buta baca tulis Al-Qur’an. “Kedua, ketika kita ingin belajar Al-Qur’an, membaca, apalagi memahami, mentadabburinya, kita harus mencari, ‘di mana ya guru ngajinya?’ harus ke mushola di belakang rumah, harus di pojokan masjid, atau mungkin di tempat yang sulit dijangkau,” katanya.
"Tapi kalau mereka belanja dan kebetulan ketemu penjaga tokonya enggak bisa bahasa Indonesia, maka jamaah biasanya nanya ‘ini berapa?’ Lalu pedagang menjawab ‘Haji, hajah, khamsa’ sambil pedagang itu mengisyaratkan dengan menunjukkan kelima jarinya. Dan jamaah kita langsung mengerti khamsa itu artinya lima," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Direktur Kauny Quran Korpora Hafit Timor Mas’ud, Komisaris PT. Indonesia Mudah Menghafal Al-Quran Deny Ibnu Hajar, Komisaris PT. Kauny Quran Global Ustadz Habiburrahim, Direktur Utama PT. Indonesia Mudah Menghafal Al-Quran Aulia Ikhsan Fahdiat, dan Direktur Pendidikan PT. Kauny Quran Global Ustaz Hilal Achmad.
Hadir pula tamu undangan di antaranya Ketua Umum FKKSMN H. Rudi Dwi Maryanto, Herry dari Gelora Wakaf, Titi dari Mayangkara Tour and Travel, dan para Ibu Komite MTSN 27 Jakarta. Di tempat yang sama, Direktur Kauny Quran Aulia Ikhsan Fahdiat menyambut dengan gembira sekaligus haru acara ini.
Ikhsan mengatakan kenapa harus melek Quran, pertama karena rasa miris dengan data 65% masyarakat muslim masih buta baca tulis Al-Qur’an. “Kedua, ketika kita ingin belajar Al-Qur’an, membaca, apalagi memahami, mentadabburinya, kita harus mencari, ‘di mana ya guru ngajinya?’ harus ke mushola di belakang rumah, harus di pojokan masjid, atau mungkin di tempat yang sulit dijangkau,” katanya.
Lihat Juga :