Kasus Positif Corona Melonjak, New Normal Pemerintah Dinilai Blunder

Jum'at, 10 Juli 2020 - 22:01 WIB
loading...
Kasus Positif Corona...
Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Tanah Air yang melonjak 2.657 dalam waktu sehari pada Kamis (9/7) kemarin mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Tanah Air yang melonjak 2.657 dalam waktu sehari pada Kamis (9/7) kemarin mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak, termasuk partai oposisi pemerintah, Partai Demokrat.

(Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona Harus dari Lingkungan Terkecil)

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan menilai bahwa lonjakan kasus itu lantaran kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang dianggap blunder. Dia pun sudah mengingatkan itu sejak new normal hendak diterapkan.

"Tanggal 26 Mei dulu saya sudah mengingatkan pemerintah terkait pemberlakuan new normal yang terburu-buru. Bahkan saya katakan waktu itu new mormal bentuk kekalahan perang pemerintah lawan Covid-19 saat merespons Presiden Jokowi meninjau kesiapan protokol new normal di stasiun MRT di Jakarta, dan sebuah mal di Bekasi, Jawa Barat," kata Irwan saat dihubungi, Jumat (10/7/2020).

(Baca juga: Kasus Positif Harian Capai 2.657, Jokowi: Ini Sudah Lampu Merah)

Irwan mengatakan, jika pemerintah mau menetapkan situasi new normal seharusnya pemerintah ini tegas dan fokus menurunkan angka penularan Covid-19 di Indonesia yang bertambah secara eksponensial setiap harinya, sampai kemudian melewati puncak dan kurvanya terus turun melandai mendekati situasi normal sebelum pandemi.

"Apa yang terjadi pada hari ini dimana angka yang positif naik dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya telah menunjukkan bahwa langkah new normal yang diambil pemerintah adalah blunder bagi rakyat dan negara," ujarnya.

Legislator asal Kalimantan Timur (Kaltim) itu melanjutkan, dengan korban positif dan meninggal terus bertambah, serta penanganan Covid-19 tak kunjung membaik. Itu semua berdampak juga pada tekanan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi yang berkepanjangan.

"Ini tentu menjadi warning bagi pemerintah agar jangan keliru dan lalai dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia baik dari sisi kesehatan dan ekonomi masyarakat," tegas Irwan.

Karena itu dia mengingatkan, agar pemerintah tidak boleh berlindung dibalik alasan agar rakyat mengikuti protokol kesehatan semata. "Harus ada segera tindakan yang konkret dan tegas memutus penyebarab Covid-19 di Tanah Air," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Covid-19 Varian Baru...
Covid-19 Varian Baru Eris Bikin Kasus Melonjak di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved