Belajar Mundur dari Arena Piala Dunia Qatar

Jum'at, 16 Desember 2022 - 17:35 WIB
loading...
A A A
Namun, mereka yang memilih mundur begitu hasil di lapangan tidak sesuai harapan tim dan fans-nya yang fanatik memiliki nilai tambah dan nilai lebih. Minimal, mereka memberikan jalan dan solusi yang lebih longgar bagi masa depan timnya. Tidak egois dengan menyalahkan anak asuhannya. Apalagi, menyalahkan wasit, penonton lawan, kondisi stadion, cuaca, dan segala hal yang tidak terkait langsung dengan kekalahan timnya.

Kalau mau menggunakan alasan dan pembenaran, seribu satu item bisa dimanfaatkan agar posisi sebagai pelatih timnas tidak tergantikan. Tapi, sejumlah pelatih ini memilih tidak memilih cara itu. Jalur sunyi dengan sadar tanpa desakan siapa pun untuk meletakkan jabatan pelatih lebih melegakan batin mereka ketika pulang ke tanah air masing-masing.

Mengapa mundur menjadi begitu istimewa di tengah dunia yang semakin pragmatis? Ya, karena sikap kesatria semakin ke belakang semakin sulit ditemui. Apa yang dilakukan Louis van Gaal, pelatih timnas Belanda, Tite (Brasil), Luis Enrique (Spanyol), Roberto Martinez (Belgia), Gerardo Martino (Meksiko), Paulo Bento (Korea Selatan), dan Ota Addo (Ghana) mewakili topik bahasan di atas. Bisa jadi akan bertambah lagi nama-nama besar di dunia sepak bola akan mengikuti jejak mereka.

Mereka adalah nama-nama besar yang pasti akan menjadi incaran klub-klub elite di Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, dan lain-lain. Apakah mereka sudah berhitung begitu mundur akan menerima posisi yang baru di tempat lain? Belum tentu. Mereka mundur lebih pada spontanitas sebagai bentuk tanggung jawab moral atas sebuah kegagalan di antara sekian banyak keberhasilan dan prestasi yang diraih.

Apakah ada perjanjian tertulis bagi setiap pelatih yang gagal di Qatar harus mundur? Kita harus pastikan itu. Tapi, jika pun ada perjanjian sebelumnya yang tertulis demikian, pilihan mundur adalah sikap gentleman alias orang yang konsisten menepati janji. Tak perlu menunggu ditagih. Begitu tiba waktunya, janji langsung ditunaikan. Tidak perlu menunggu diprotes atau didemo dulu di negaranya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Perkembangan Sepak Bola Indonesia
Piala Dunia U-17 untuk...
Piala Dunia U-17 untuk Persatuan Indonesia
FIFA Tunjuk Indonesia...
FIFA Tunjuk Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-17
FIFA dan Harga Diri...
FIFA dan Harga Diri Bangsa
Partai Garuda Minta...
Partai Garuda Minta Penolak Timnas Israel Jangan Cuci Tangan
Fahri Hamzah Kecewa...
Fahri Hamzah Kecewa FIFA, Ingatkan Perlakuan Istimewa Jokowi di G-20 Bali
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Rekomendasi
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Berita Terkini
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved