Sudah Lama Indonesia Lupakan Geopolitik, Hasto: Spiritnya Harus Dibangkitkan Lagi
Kamis, 15 Desember 2022 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang mari kita pompakan spirit kaum muda Indonesia menegaskan kepemimpinan Indonesia. Tentunya tidak seperti di zaman Soekarno. Saat ini, itu bisa dilakukan dengan anak muda yang menguasai iptek. Karena iptek itu kunci kemajuan kita sebagai bangsa. Kaum muda Indonesia harus merancang kepeloporan di dalam semua bidang kehidupan. Intinya apa pun yang dipelajari anak muda saat ini, itu harus dalam spirit bagaimana hal itu dalam memajukan bangsa Indonesia," beber Hasto.
Baca juga: Geopolitik Dunia Ancam Keamanan Kawasan, Jokowi: Eling lan Waspodo
Memang diakuinya hal itu bukanlah mudah, jika melihat kenyataan medsos yang sering disalahgunakan. Namun Hasto meminta harus dipikirkan bagaimana menyiapkan antitesa atas kecenderungan yang negatif tersebut. Hasto juga mejawab pertanyaan mahasiswa apakah pemikiran Soekarno masih sangat relevan saat ini.
Hasto memberi ilustrasi, di masa lalu, dalam menjalankan diplomasi, Indonesia ada istilah mendayung di antara dua karang. "Jadi, peran diplomasi penting dalam menerapkan geopolitik Soekarno. Kuncinya kita punya kepercayaan diri yang tinggi yang telah ditunjukkan para Pendiri Bangsa yang dengan self confidence yang kuat berani mengambil inisiatif saat itu," jelas Hasto.
Hasto mendorong pemerintah untuk ikut memainkan peran di dalam kondisi global saat ini. Misalnya mencegah konflik di Laut China Selatan ataupun penyelesaian perang Rusia-Ukrania. Karena Indonesia memiliki sikap berpihak pada perdamaian dunia. Selain diplomasi, peran Indonesia itu bisa diambil melalui lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Geopolitik Dunia Ancam Keamanan Kawasan, Jokowi: Eling lan Waspodo
Memang diakuinya hal itu bukanlah mudah, jika melihat kenyataan medsos yang sering disalahgunakan. Namun Hasto meminta harus dipikirkan bagaimana menyiapkan antitesa atas kecenderungan yang negatif tersebut. Hasto juga mejawab pertanyaan mahasiswa apakah pemikiran Soekarno masih sangat relevan saat ini.
Hasto memberi ilustrasi, di masa lalu, dalam menjalankan diplomasi, Indonesia ada istilah mendayung di antara dua karang. "Jadi, peran diplomasi penting dalam menerapkan geopolitik Soekarno. Kuncinya kita punya kepercayaan diri yang tinggi yang telah ditunjukkan para Pendiri Bangsa yang dengan self confidence yang kuat berani mengambil inisiatif saat itu," jelas Hasto.
Hasto mendorong pemerintah untuk ikut memainkan peran di dalam kondisi global saat ini. Misalnya mencegah konflik di Laut China Selatan ataupun penyelesaian perang Rusia-Ukrania. Karena Indonesia memiliki sikap berpihak pada perdamaian dunia. Selain diplomasi, peran Indonesia itu bisa diambil melalui lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
(cip)
Lihat Juga :