Piala Dunia, Qatarphobia, dan Palestina

Selasa, 13 Desember 2022 - 12:45 WIB
loading...
A A A
Hal demikian menunjukkan bahwa ide pemakaian ban lengan LGBTQI+ dan minum alkohol bukan hanya tentang memakaikan sebentuk tanda pada kostum sepak bola, namun lebih dari itu hal tersebut adalah bentuk intervensi ide pada negara monarki Islam Qatar dari pemikiran liberal Barat. Sederhananya, cara-cara Barat dalam menekan Qatar dan negara Islam dalam ajang Piala Dunia adalah bentuk orientalisme lama dengan didandani ulang untuk konsumsi publik saat ini.

Dalam esainya, AngloArabia: Why Gulf Wealth Matters to Britain (2022), David Wearing, pengamat politik di University of Sussex, mengatakan bahwa banyak wacana seputar Piala Dunia saat ini didorong oleh “karikatur rasis” secara murni maupun maknawi, sikap culas dan narsis, serta lupa melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri.

Menjelang perhelatan Piala Dunia digelar, Le Canard Enchaine, sebuah media di Prancis, mengunggah karikatur pemain Qatar yang digambarkan sebagai sekumpulan teroris yang tengah menenteng senapan mesin dan senjata tajam. Di Inggris, sebuah survei independen menunjukkan bahwa 62% warga Inggris setuju pembatalan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia hanya karena penolakan Qatar atas kampanye LQBTQI+ dan nilai liberal lainnya.

Narasi yang dibangun tentang Qatar dan Islam saat pelaksanaan Piala Dunia dibuat dengan menempatkan Barat yang tercerahkan, berseberangan dengan Timur Tengah yang tidak beradab dan tidak dapat diperbaiki. Budaya Timur Tengah dan Islam diposisikan sebagai budaya rendah yang tidak sebanding dengan budaya dan peradaban Barat yang, dalam klaim mereka sendiri, luhur dan adiluhung.

Peringatan Wearing mengingatkan munculnya istilah Qatarphobia hampir dua dekade lalu oleh Mehdi Hasan. Istilah Qatarphobia memulai dan menandai kehebohan dan pandangan miring pada Qatar selaku tuan rumah Piala Dunia 2022. Mehdi Hasan, jurnalis terkemuka Timur Tengah, mengatakan bahwa pandangan negatif sengaja diembuskan Barat pada Qatar dengan mengedepankan isu sportwashing, greenwashing, pelanggaran HAM pada para pekerja, dan kebebasan minum minuman alkolohol serta ekspresi LBTQI+, dengan representasi lebih jauh pada Timur Tengah dan Islam.

Indikasi tersebut makin kentara terlihat saat Piala Dunia digelar. Rencana beberapa negara Eropa dengan ekspresi pembelaan terhadap LGBTQI+ dan minum alkohol seperti ingin mengajari Qatar bagaimana bersikap terhadap kebebasan berekspresi dengan standar moral yang dibuat dan diyakini mereka. Pada titik ini, olahraga memasuki era sebagai wahana promosi kebebasan laku LGBTQI+ dan semacamnya.

Palestina
Qatar dan Iran menjadi perhatian tersendiri dalam gelaran Piala Dunia. Meski berbeda tekanan dan arah politik (di medan pertempuran politik dan militer di Suriah, Qatar adalah pendukung Ikhwanul Muslimin, sementara Iran adalah lawan politik dan militer IM), Qatar dan Iran sama- sama mendukung Palestina. Dalam berbagai kesempatan, Iran dan Qatar adalah negara yang paling keras bersuara menentang Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Minggu Sore Ini
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Rekomendasi
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved