5 KSAL Termuda Sepanjang Sejarah, Nomor Terakhir Usia 31 Tahun

Jum'at, 09 Desember 2022 - 17:37 WIB
loading...
5 KSAL Termuda Sepanjang...
Terdapat lima KSAL termuda sepanjang sejarah yang pernah menjabat. Salah satunya Laksamana TNI (Purn) R. Subyakto. Foto DOK wikipedia
A A A
JAKARTA - Terdapat lima KSAL termuda sepanjang sejarah yang pernah menjabat. Menduduki posisi tertinggi ketika masih berusia muda tentu menjadi prestasi tersendiri bagi beberapa perwira tinggi TNI AL.

Dikutip dari tnial.mil.id, pada awalnya TNI AL memiliki nama Badan Keamanan Rakyat Laut yang terbentuk pada 10 November 1945, kemudian berganti nama menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia dan baru dikenal sebagai TNI AL pada 1966.

Baca juga :Jabat KSAL, Ini Sosok Laksamana TNI Yudo Margono

Dalam sejarahnya terdapat 27 KSAL yang pernah menjabat sampai saat ini, dan akan menjadi 28 setelah Laksamana TNI Yudo Margono terpilih sebagai Panglima TNI yang baru.

Kebanyakan usia KSAL yang pernah menjabat ini berada di atas 50 tahun. Namun terdapat beberapa yang pernah menjabat masih di bawah usia tersebut sehingga terbilang muda.

Berikut lima KSAL termuda yang menjabat sepanjang sejarah :

1. Laksamana TNI (Purn) Muhammad Sudomo

Laksamana TNI Sudomo lahir pada 20 September 1926, dan mulai menjabat sebagai KSAL pada 1969 sehingga dia masih berusia 43 tahun ketika menduduki posisi tersebut.

Sudomo menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut hingga 1973. Setelah pensiun dari militer dirinya mulai terjun ke dunia politik dan sempat menduduki beberapa posisi penting.

Seperti Menteri Tenaga Kerja Indonesia pada 1983, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia tahun 1988, dan terakhir menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung RI periode 1993 sampai 1998.

2. Laksamana TNI (Purn) R. Moeljadi

Pria yang lahir pada 21 September 1924 ini mulai menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut pada 255 Februari 1966. Dia mulai menjabat ketika berusia 42 tahun.

Setelah masa jabatannya habis pada 16 Desember 1969, pria asal Wonogiri ini ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Uni Soviet. Kini Namanya diabadikan di salah satu gedung yang ada di Kodiklatal, Kesatrian Bumimoro.

3. Laksamana TNI (Anumerta) Raden Eddy Martadinata

Tokoh ALRI yang merupakan seorang Pahlawan Nasional ini lahir pada 29 Maret 1921 dan menjabat sebagai KSAL di usia 38 tahun pada 20 Juli 1959.

Ketika menjabat sebagai KSAL, Angkatan Laut Republik Indonesia memiliki kekuatan yang disegani di kawasan Asia Pasifik seiring dengan meningkatnya konfrontasi dengan Belanda berkaitan dengan perebutan Irian Barat.

Baca juga : Sertijab Dankormar, KSAL Ungkap tentang Kekuatan Marinir

4. Laksamana Muda TNI (Purn) Mohammad Nazir Isa

Kala Mohammad Nazir Isa menjabat, nama pimpinan tertinggi Angkatan Laut belum menjadi KSAL melainkan masih bernama Panglima Angkatan Laut. Pria yang lahir pada 10 Juli 1910 ini menjabat menjadi Panglima Angkatan Laut ketika masih berusia 36 tahun pada 1946.

Setelah masa baktinya habis sebagai pimpinan tertinggi Angkatan Laut pada 1948, dia sempat dipercaya Duta Besar RI di Swiss dan Vatikan. Kini Namanya diabadikan menjadi nama jalan di depan mako Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V.

5. Laksamana TNI (Purn) R. Subyakto

Bisa dibilang Laksamana Subyakto adalah orang pertama yang menjabat sebagai KSAL. Karena untuk pertama kalinya pimpinan tertinggi TNI AL disebut sebagai Kepala Staf Angkatan, sebelumnya bernama Kepala Staf Umum TKR Laut dan Panglima Angkatan Laut.

Pria yang lahir pada 14 Juli 1917 ini mulai menjabat sebagai KSAL pada tahun 1948, dimana saat itu usianya barulah menginjak 31 tahun.

Sayang perjalanannya sebagai KSAL harus terhenti karena terjadi pergolakan di dalam tubuh ALRI yaitu adanya ketidakpuasan terhadap kepemimpinannya, gerakan ini dimotori oleh Mayor Laut Yos Soedarso dan Mayor (KKO) Ali Sadikin. Pada akhirnya Laksamana R. Subyakto digantikan oleh Laksamana Raden Eddy Martadinata.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Rekomendasi
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved