Bamsoet Buka Wacana Pemerintahan Jokowi Dilanjutkan, PKS: Jangan Mengada-ngada
Jum'at, 09 Desember 2022 - 10:43 WIB
loading...
Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri meminta elite negara tidak bermain-main dengan isu perpanjangan masa jabatan presiden. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) meminta elite negara tidak bermain-main dengan isu perpanjangan masa jabatan presiden . Dinamika politik yang terjadi saat ini adalah proses alamiah menjelang Pemilu 2024.
Hal ini disampaikan Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri menanggapi pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menyebutkan kepuasan masyarakat atas pemerintahan Jokowi cukup tinggi, sehingga kepemimpinannya perlu dilanjutkan. Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, penyelenggaraan Pemilu 2024 perlu dihitung karena bisa memanaskan suhu politik dari sebelum hingga sesudahnya.
"Dari sejak dulu yang namanya jelang Pemilu ya pasti akan hangat cenderung panas. Kalau adem ayem aja malah aneh," kata Ahmad Mabruri ketika dikonfirmasi MNC Portal, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Kepuasaan Publik Tembus 73,2%, Jokowi Catatkan Sejarah Baru Demokrasi Indonesia
Berbagai rangkaian upaya partai politik dan capres dalam mendapatkan simpati masyarakat merupakan hal yang wajar di tengah akan dimulainya tahun politik. "Yang penting asal sesuai dengan konstitusi ya dijalankan. Toh UU Pemilu juga sudah lama diketok dan semua juga tahu pilkada akan serentak November 2024, Pileg dan Pilpres bareng pada Februari 2024," katanya.
Hal ini disampaikan Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri menanggapi pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menyebutkan kepuasan masyarakat atas pemerintahan Jokowi cukup tinggi, sehingga kepemimpinannya perlu dilanjutkan. Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, penyelenggaraan Pemilu 2024 perlu dihitung karena bisa memanaskan suhu politik dari sebelum hingga sesudahnya.
"Dari sejak dulu yang namanya jelang Pemilu ya pasti akan hangat cenderung panas. Kalau adem ayem aja malah aneh," kata Ahmad Mabruri ketika dikonfirmasi MNC Portal, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Kepuasaan Publik Tembus 73,2%, Jokowi Catatkan Sejarah Baru Demokrasi Indonesia
Berbagai rangkaian upaya partai politik dan capres dalam mendapatkan simpati masyarakat merupakan hal yang wajar di tengah akan dimulainya tahun politik. "Yang penting asal sesuai dengan konstitusi ya dijalankan. Toh UU Pemilu juga sudah lama diketok dan semua juga tahu pilkada akan serentak November 2024, Pileg dan Pilpres bareng pada Februari 2024," katanya.
Lihat Juga :