Cerita Hendropriyono Traktir dan Pinjam Uang Bawahan karena Tak Banyak Bawa Dolar

Senin, 05 Desember 2022 - 06:23 WIB
loading...
Cerita Hendropriyono Traktir dan Pinjam Uang Bawahan karena Tak Banyak Bawa Dolar
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono punya kisah lucu, kala itu dia mentraktir bawahannya dan pinjam uang karena tak banyak uang dolar. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono punya kisah bisa dikatakan lucu, di mana kala itu dia mentraktir bawahannya dan pinjam uang karena tak banyak uang dolar. Kisah ini dituturkan oleh Brigjen (Purn) Slamet Singgih.

Kisah ini dikutip SINDOnews dari buku, Intelijen, Catatan Harian Seorang Serdadu, Senin (5/12/2022). Berawal saat Slamet Singgih dan tim Paspampres mengawal perjalanan Presiden Soeharto selesai mengikuti Konferensi PBB di New York, Amerika Serikat.

"Dalam perjalanan kembali ke Tanah Air, beliau berkeliling Eropa dan ingin singgah di Nice, kota yang indah di Prancis Selatan, lalu ke Monaco. Namun tiba-tiba rencana perjalanan diubah menjadi singgah di Kepulauan Canary, Spanyol," tutur Slamet Singgih.

"Saya berangkat bersama tim dari Paspampres ke Frankfurt di Jerman, dijemput oleh Kolonel Maman dari Paspampres, kemudian menuju Madrid. Setelah bermalam satu hari, kami langsung menuju Las Palmas, Kepulauan Canary," tambahnya.

Baca juga: Kisah Heroik Hendropriyono Lolos dari Maut Meski Dikepung Musuh di Belantara Kalimantan

Kemudian kata Slamet, sebenarnya tidak ada keistimewaan khusus di Kepulauan Canary, selain pantainya yang indah seperti halnya Bali. Bahkan di Bali banyak sekali acara tradisional yang bisa ditampilkan.

"Tidak berapa lama, kemudian bergabunglah Pak Hendropriyono bersama kami. Lalu kami ditraktir makan dan menikmati musik di sebuah cafe. Ada cerita lucu di sana," ungkap Slamet Singgih.

Saat itu, menurut Slamet, mereka ingin memesan udang rebus. Tapi si pemilik restoran tidak mengerti apa yang kami pesan, karena tidak mengerti bahasa Inggris sama sekali.

"Terpaksalah Pak Maman (Letkol CPM Maman Rahman) menggambar seekor udang di atas kertas dan barulah si pemilik restoran paham. Selesai makan malam, kami pun menuju cafe untuk mendengarkan musik," ujarnya.

"Tidak lama Pak Hendropriyono mendekati saya untuk meminjam uang, karena beliau tidak banyak membawa uang dolar. Beliau meminjam sekitar US$1.000 (seribu dolar) kepada saya. Namun tidak lama kemudian uang tersebut dikembalikan lagi ke saya, karena ternyata pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit," tutupnya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2002 seconds (11.210#12.26)