RPA Perindo Gandeng Kementerian PPPA dan P2TP2A Dampingi hingga Pemulihan Korban
Sabtu, 03 Desember 2022 - 15:45 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo saat pelantikan RPA Perindo MNC Conference Hall, Sabtu (3/12/2022). FOTO/AZIZ INDRA
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak ( RPA) Perindo Jeannie Latumahina menegaskan, pendampingan yang diberikan organisasinya tidak sebatas proses hukum. Lebih dari itu, pendampingan dilakukan hingga pemulihan korban.
Karena itu, kata Jeannie, RPA Perindo telah menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Pemulihan menjadi penting karena mayoritas korban masih berada di bangku sekolah dasar, mereka merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai masa depan lebih panjang.
"Kami bukan saja membawa pelaku pada ranah hukum dengan hukuman maksimal, tetapi juga bagaimana anak-anak ini harus dipulihkan. Korban ini rata-rata anak SD kelas 4-6, jadi sesuai dengan arahan dari Pak Ketum kami bekerja sama dalam hal ini dengan KemenPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) untuk proses pemulihan," kata Jeannie seusai acara pelantikan pengurus RPA Perindo, Sabtu (3/12/2022).
Jeannie menegaskan, dalam pendampingan, RPA Perindo tidak memungut biaya sepeser pun. Untuk itu, ia meminta masyarakat yang menjadi korban kekerasan seksual tidak sungkan melapor. "Ini pendampingan gratis, sehingga nilai-nilai kemanusiaan itu yang dibawa oleh Partai Perindo dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, teristimewa perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan baik fisik maupun seksual," ujarnya.
Karena itu, kata Jeannie, RPA Perindo telah menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Pemulihan menjadi penting karena mayoritas korban masih berada di bangku sekolah dasar, mereka merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai masa depan lebih panjang.
"Kami bukan saja membawa pelaku pada ranah hukum dengan hukuman maksimal, tetapi juga bagaimana anak-anak ini harus dipulihkan. Korban ini rata-rata anak SD kelas 4-6, jadi sesuai dengan arahan dari Pak Ketum kami bekerja sama dalam hal ini dengan KemenPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) untuk proses pemulihan," kata Jeannie seusai acara pelantikan pengurus RPA Perindo, Sabtu (3/12/2022).
Jeannie menegaskan, dalam pendampingan, RPA Perindo tidak memungut biaya sepeser pun. Untuk itu, ia meminta masyarakat yang menjadi korban kekerasan seksual tidak sungkan melapor. "Ini pendampingan gratis, sehingga nilai-nilai kemanusiaan itu yang dibawa oleh Partai Perindo dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, teristimewa perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan baik fisik maupun seksual," ujarnya.
Lihat Juga :