Operasi Penggalangan Basis Dukungan Lawan Intensif, Anies Harus Hati-hati

Sabtu, 03 Desember 2022 - 08:19 WIB
loading...
Operasi Penggalangan Basis Dukungan Lawan Intensif, Anies Harus Hati-hati
Bakal Calon Presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan (tengah) berjabat tangan dengan warga seusai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (2/12/2022). Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 belum diputuskan. Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Demokrat juga belum mendeklarasikan koalisi.

Peneliti Senior Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Jino Dwi Putra menyarankan Anies bergerak lebih cepat, taktis, dan efektif. “Penundaan deklarasi koalisi yang tampaknya disebabkan oleh tertundanya pembahasan cawapres, portofolio rencana pemerintahan, hingga narasi besar yang akan diusung, harus benar-benar segera diselesaikan,” kata Jino Dwi Putra kepada SINDOnews, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, jika Anies telat merespons peluang, harus berhati-hati jika partai-partai politik calon mitra koalisi seperti Partai Demokrat dan PKS memiliki pertimbangan lain, mengingat operasi penggalangan basis dukungan dari barisan koalisi lain juga sedang intensif dijalankan. “Jika PDIP berpotensi memanfaatkan Hari Ulang Tahun PDIP pada 10 Januari sebagai momentum deklarasi nama-nama capres, maka Anies sebaiknya bisa memastikan skema koalisi dan menentukan cawapresnya di akhir Desember 2022 atau paling lambat awal 2023,” katanya.

Baca juga: Safari Politik Anies Baswedan ke Aceh Dinilai Tingkatkan Popularitas di Luar Pulau Jawa

Dia menilai survei Indikator Politik periode November 2022 yang dirilis pada 1 Desember 2022 menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai sebagai tokoh yang paling pantas untuk mendampingi Anies Baswedan sebagai cawapres di Pilpres 2024. Dalam survei tersebut, kata dia, nama AHY menduduki posisi tertinggi sebagai figur yang dianggap paling pantas menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan dengan dukungan sebesar 28,6%, mengungguli nama-nama lain seperti Ridwan Kamil (24%) hingga Khofifah Indar Parawansa (4%).

Selain itu, lanjut dia, AHY memiliki elektabilitas tinggi dalam bursa nama cawapres (16,3%), atau hanya terpaut tipis dari Ridwan Kamil (19,7%) yang dikenal sebagai Gubernur Jawa Barat. “Hasil survei terbaru Indikator Politik itu mengonfirmasi temuan lembaga-lembaga survei lain selama ini, seperti SMRC, Institute for Democracy & Strategic Affairs (IndoStrategic), hingga Voxpol, yang menunjukkan bahwa pasangan Anies-AHY bisa tampil cukup kompetitif di ajang Pilpres 2024 mendatang,” imbuhnya.

Menurut dia, pasangan Anies-AHY berpeluang menciptakan mesin politik yang efektif karena menjadi titik lebur dari karakter Nasionalis-Religius, Sipil-Militer, Muda-Cerdas. “Dan juga mampu mengonsolidasikan basis kekuatan para tokoh politik senior seperti Surya Paloh, SBY, JK, hingga Salim Segaf Al-Jufri,” pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1665 seconds (10.101#12.26)