Sederet Kegiatan Yudo Margono Jelang Fit and Proper Test Calon Panglima TNI
Jum'at, 02 Desember 2022 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Mega Diorama SSAT yang menempati area seluas 3.850 meter itu memvisualisasikan pelaksanaan operasi pendaratan amfibi untuk merebut tumpuan pantai di suatu wilayah NKRI yang telah dikuasai oleh musuh. Adapun Alutsista yang ditampilkan antara lain miniatur KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Ende-517 beserta LCVT,
Kemudian, KRI Bung Tomo-357, KRI Hasanudin-366, KRI Ardedali-404, KRI Alugoro-405, Tank AMX 10 P&, AMX 10 P Marine, Panser BDRM-1, M-30 Howitzer 122 mm, B,M-14/17, Tank BTR 50 PK, Helikopter Bolkow BO-105a, Pesawat Udara Nomad N22/N24, dan prajurit-prajurit Marinir serta Pangkalan TNI Angkatan Laut yang digambarkan dengan mercusuar.
Lalu, Taman KRI Dewaruci merupakan bangunan kapal dengan ukuran yang lebih kecil merepresentasikan KRI Dewaruci yang legendaris. KRI Dewaruci yang telah dua kali berlayar mengelilingi dunia menjadi simbol ketangguhan serta kebangkitan kejayaan maritim bangsa Indonesia.
Masih dalam satu area dengan Mega Diorama dibangun juga Monumen Penganugerahan Panji ALRI 'Jalesveva Jayamahe' dari Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno kepada Kepala Staf Angkatan Laut ketiga Kolonel R. Subijakto pada 5 Oktober 1952.
Peristiwa ini menjadi momentum bersejarah bagi seluru prajurit ALRI menyatukan kebulatan tekad sebagai garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan wilayah laut demi mewujudkan semboyan Jalesveva Jayamahe (Justru di Laut Kita Jaya).
Kemudian, KRI Bung Tomo-357, KRI Hasanudin-366, KRI Ardedali-404, KRI Alugoro-405, Tank AMX 10 P&, AMX 10 P Marine, Panser BDRM-1, M-30 Howitzer 122 mm, B,M-14/17, Tank BTR 50 PK, Helikopter Bolkow BO-105a, Pesawat Udara Nomad N22/N24, dan prajurit-prajurit Marinir serta Pangkalan TNI Angkatan Laut yang digambarkan dengan mercusuar.
Lalu, Taman KRI Dewaruci merupakan bangunan kapal dengan ukuran yang lebih kecil merepresentasikan KRI Dewaruci yang legendaris. KRI Dewaruci yang telah dua kali berlayar mengelilingi dunia menjadi simbol ketangguhan serta kebangkitan kejayaan maritim bangsa Indonesia.
Masih dalam satu area dengan Mega Diorama dibangun juga Monumen Penganugerahan Panji ALRI 'Jalesveva Jayamahe' dari Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno kepada Kepala Staf Angkatan Laut ketiga Kolonel R. Subijakto pada 5 Oktober 1952.
Peristiwa ini menjadi momentum bersejarah bagi seluru prajurit ALRI menyatukan kebulatan tekad sebagai garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan wilayah laut demi mewujudkan semboyan Jalesveva Jayamahe (Justru di Laut Kita Jaya).
Lihat Juga :