Gempa Susulan di Cianjur Capai 367 Kali

Jum'at, 02 Desember 2022 - 06:57 WIB
loading...
Gempa Susulan di Cianjur Capai 367 Kali
Warga beristirahat dalam tenda di sekitar reruntuhan rumah akibat gempa bumi di Gasol, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022). Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) melaporkan per 2 Desember 2022 pukul 06.00 WIB, terjadi sebanyak 367 kali gempa susulan pascagempa dengan magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat. Diketahui, gempa magnitudo 5,6 di Cianjur terjadi pada Senin, 21 November 2022.

“Update gempa susulan Cianjur sampai dengan Jumat 2 Desember 2022 pukul 06.00 WIB terjadi 367 kali gempa,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono lewat akun media sosial pribadinya, Jumat (2/12/2022).

Daryono menjelaskan berdasarkan catatan BMKG, gempa Cianjur magnitudo 5,6 didahului oleh 3 kali gempa pembuka yang terjadi pada 21 November 2022, yaitu pertama gempa magnitudo 2,4 (pukul 00.17.12 WIB), kedua gempa magnitudo 2,9 (pukul 00.19.10 WIB), dan ketiga gempa magnitudo 2,2 (pukul 15.07.39 WIB).

Baca juga: BMKG Catat 327 Gempa Susulan di Cianjur, Frekuensi Semakin Jarang



Dia mengungkapkan gempa susulan sangat dipengaruhi karakter atau kondisi batuan. “Kalau batuannya rapuh bisa banyak (gempa) susulan, tapi tidak ada kaitan dengan akan ada gempa besar, kalau batuannya elastik maka jarang susulan, atau bisa tidak ada gempa susulan. Kita harus sabar menunggu proses alam, hingga gempa susulan berakhir,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan gempa Cianjur menjadi peringatan penting bahwa di Indonesia masih banyak sumber gempa sesar aktif yang dapat memicu gempa kuat dan merusak, bahkan belum terpetakan sumber gempanya.

“Gempa Cianjur merupakan peringatan penting untuk kita semua, bahwa di Indonesia ternyata masih banyak sumber gempa sesar aktif yang mampu memicu gempa kuat dan merusak dan belum terpetakan sumbernya. Untuk itu kegiatan identifikasi sumber gempa sesar aktif dan pemetaannya harus terus digalakkan.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3474 seconds (11.97#12.26)