Wakil Ketua MPR Mengajak Semua Pihak untuk Berperan dalam Mencegah HIV/AIDS
Rabu, 30 November 2022 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Senada, anggota Komisi IX DPR Hasnah Syams mengatakan, pencegahan penularan HIV/AIDS perlu fokus pada kelompok masyarakat rentan seperti perempuan, anak, dan ibu hamil. Upaya pemerintah untuk menekan HIV/AIDS lewat berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan layanan dan pengobatan harus benar-benar direalisasikan.
Selain itu, tidak kalah penting adanya kepastian ketersediaan obat HIV di daerah-daerah. "Strategi Kementerian Kesehatan untuk mengatasi HIV/AIDS di Tanah Air lewat strategi suluh, temukan, obati dan pertahankan harus konsisten dilakukan," katanya
Sebagai wakil rakyat, Hasnah berkomitmen mendukung berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS lewat dukungan ketersediaan anggaran dan sarana prasarana yang diajukan pemerintah.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengungkapkan, saat ini pemerintah sudah melakukan desentralisasi layanan HIV/AIDS ke Puskesmas, agar lebih dekat dan mempermudah akses masyarakat.
Dengan target pemeriksaan ibu hamil 5,2 juta per tahun, kata Imran, saat ini pihaknya sudah melakukan skrining HIV/AIDS terhadap sekitar 2,5 juta ibu hamil, lewat pengaplikasian antigen combo yang sekaligus mendeteksi penyakit sivilis. Dengan upaya tersebut, Imran berharap pemerintah bisa mendeteksi dan mengantisipasi penularan dengan melakukan intervensi lebih awal.
Kesetaraan layanan HIV/AIDS terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak, menurut Imran, juga terus diupayakan pemerintah. "Pekerjaan rumah buat kita semua saat ini bagaimana orang dengan HIV/AIDS yang sudah mengetahui dirinya positif dan mengonsumsi obat, bisa konsisten melakukan pengobatan agar virusnya dapat ditekan," katanya.
Direktur Yayasan SAPDA, Nurul Saadah Andriani mengungkapkan, banyak masyarakat tidak tahu terpapar HIV/AIDS, sehingga kondisi itu berisiko terhadap diri dan lingkungannya. Penyakit ini berkaitan erat dengan isu kesehatan reproduksi, sehingga penderitanya cepat meluas.
Selain itu, tidak kalah penting adanya kepastian ketersediaan obat HIV di daerah-daerah. "Strategi Kementerian Kesehatan untuk mengatasi HIV/AIDS di Tanah Air lewat strategi suluh, temukan, obati dan pertahankan harus konsisten dilakukan," katanya
Sebagai wakil rakyat, Hasnah berkomitmen mendukung berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS lewat dukungan ketersediaan anggaran dan sarana prasarana yang diajukan pemerintah.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengungkapkan, saat ini pemerintah sudah melakukan desentralisasi layanan HIV/AIDS ke Puskesmas, agar lebih dekat dan mempermudah akses masyarakat.
Dengan target pemeriksaan ibu hamil 5,2 juta per tahun, kata Imran, saat ini pihaknya sudah melakukan skrining HIV/AIDS terhadap sekitar 2,5 juta ibu hamil, lewat pengaplikasian antigen combo yang sekaligus mendeteksi penyakit sivilis. Dengan upaya tersebut, Imran berharap pemerintah bisa mendeteksi dan mengantisipasi penularan dengan melakukan intervensi lebih awal.
Kesetaraan layanan HIV/AIDS terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak, menurut Imran, juga terus diupayakan pemerintah. "Pekerjaan rumah buat kita semua saat ini bagaimana orang dengan HIV/AIDS yang sudah mengetahui dirinya positif dan mengonsumsi obat, bisa konsisten melakukan pengobatan agar virusnya dapat ditekan," katanya.
Direktur Yayasan SAPDA, Nurul Saadah Andriani mengungkapkan, banyak masyarakat tidak tahu terpapar HIV/AIDS, sehingga kondisi itu berisiko terhadap diri dan lingkungannya. Penyakit ini berkaitan erat dengan isu kesehatan reproduksi, sehingga penderitanya cepat meluas.
Lihat Juga :