2 Anak Buahnya Ditahan, Hakim MA Gazalba Saleh Diminta KPK Kooperatif

Senin, 28 November 2022 - 19:25 WIB
loading...
2 Anak Buahnya Ditahan,...
Prasetio Nugroho dan Redhy Novarisza ditahan untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari ke depan. Foto: MPI/Ariedwi Satrio
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan dua anak buah Hakim Mahkamah Agung (MA) Gazalba Saleh (GS). Mereka adalah Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti pada Kamar Pidana MA Prasetio Nugroho (PN) dan staf Redhy Novarisza (RN).

Prasetio Nugroho dan Redhy Novarisza ditahan untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari ke depan dimulai sejak hari ini. Keduanya langsung dijebloskan ke penjara setelah diumumkan sebagai tersangka pengembangan kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA.

"Sebagai kebutuhan dari proses penyidikan, tim penyidik menaham tersangka PN dan RN dengan waktu masing-masing selama 20 hari pertama, dimulai tanggal 28 November 2022 sampai 17 Desember 2022," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung

Prasetio dan Redhy ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) yang berbeda-beda. KPK menahan Prasetio di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Sedangkan Redhy, ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1 gedung ACLC.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka baru hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka baru tersebut yakni, Hakim MA, Gazalba Saleh (GS); Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti pada Kamar Pidana MA, Prasetio Nugroho (PN) dan Staf Gazalba Saleh, Redhy Novarisza (RN).

KPK sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka tersebut pada hari ini. Namun, hanya dua tersangka yakni, Prasetio dan Redhy yang hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. Sedangkan Gazalba Saleh, absen alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dan meminta penjadwalan ulang.

"Kami telah menerima konfirmasi dari yang bersangkutan untuk dilakukan penjadwalan ulang," beber Ali.

"KPK berharap sikap kooperatif tersangka GS untuk hadir memenuhi panggilan tim penyidik pada waktu penjadwalan berikutnya yang suratnya segera dikirimkan," pungkasnya.



Penetapan tersangka terhadap Gazalba Saleh dan dua orang lainnya tersebut merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat Hakim nonaktif MA, Sudrajad Dimyati (SD).

Sebelumnya, Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya terkait kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA.

Adapun, sembilan tersangka lainnya tersebut yakni, Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu (ETP). Kemudian, empat PNS MA, Desy Yustria (DY), Muhajir Habibie (MH), Nurmanto Akmal (NA), dan Albasri (AB). Selanjutnya, dua Pengacara Theodorus Yosep Parera (TYP) dan Eko Suparno (ES).

Terakhir, dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved