Bukan Hanya PPP dan PAN, Gejala Dukung Anies pun Menjalar ke Golkar

Minggu, 27 November 2022 - 08:20 WIB
loading...
Bukan Hanya PPP dan PAN, Gejala Dukung Anies pun Menjalar ke Golkar
Pengamat politik M. Jamiluddin Ritonga menilai dukungan terhadap Anies Baswedan menggejala di tiga parpol aggota KIB. Foto/dok.SINDnews
A A A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih bertengger di level atas dalam hal elektabilitas. Tetapi akan sangat berisiko bagi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bila memutusan mengusung Ganjar.

"Keinginan itu akan membuat KIB semakin ditinggalkan kader dari partai masing-masing partai yang berkoalisi. Mereka akan kecewa berat karena tidak mengusung kadernya," kata M. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Minggu (27/11/2022).

Jamil menjelaskan, kader-kader parpol di KIB juga akan semakin yakin bahwa KIB dibentuk bukan untuk mengusung kadernya, melainkan hanya untuk memenuhi hasrat oligarki yang ingin mengusung Ganjar. "Karena itu, mereka menjadi yakin KIB hanya menjadi sekoci Ganjar," imbuhnya.

Baca juga: Pendiri PAN Ramai-ramai Dukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024

Menurut dia, kalau persepsi itu terbentuk di internal kader partai yang tergabung dalam KIB (Golkar, PAN, PPP), mereka akan mencari sosok lain yang layak didukung. Gejala itu sudah terlihat di internal PAN dan PPP yang secara vulgar menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan. Mereka tidak takut menyatakan berbeda dukungan dengan elite partai secara terbuka.

Selain PPP dan PAN, gejala yang sama pun sudah tampak di tubuh Golkar. Ritonga mengatakan, ada kader Golkar s yang akan mendukung Anies, meskipun belum seterbuka kader PPP dan PAN.

"Penolakan terhadap Ganjar akan semakin menguat bila KIB resmi mengusungnya. Para kader Golkar, PPP, dan PAN akan semakin banyak yang mengarahkan dukungan ke Anies atau capres lain," terang Jamil.



Mantan Dekan FIKOM IISIP ini menilai, KIB mungkin saja nantinya jadi seperti kapal induk. Terlihat besar tapi penumpangnya sudah banyak yang angkat kaki.

"Akibatnya, KIB hanya tampak besar dan megah untuk mengusung capres. Hanya saja capres yang diusungnya berpeluang besar tidak dipilih kadernya," ungkapnya.

Oleh karena itu, Jamil menyarankan, sebelum hal itu terjadi, selayaknya KIB mengurungkan niatnya mengusung Ganjar. Sebab penolakan terhadap Ganjar di internal KIB, khususnya di akar rumput begitu besar.

"Lebih baik KIB mengusung kader dari tiga partai koalisinya. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga keutuhan KIB," tandasnya.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1997 seconds (11.210#12.26)