Delegasi DPR Berhasil Perjuangkan Agenda Perdamaian Restorasi Demokrasi di Myanmar
Rabu, 23 November 2022 - 16:25 WIB
loading...
Sidang Umum ke-43 AIPA dihelat di Phnom Penh, Kamboja, pada Selasa (22/11/2022). Ketua BKSAP Fadli Zon mewakili parlemen Indonesia menghadiri sidang tersebut. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sidang Umum ke-43 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dihelat di Phnom Penh, Kamboja, pada Selasa (22/11/2022). Ketua BKSAP Fadli Zon mewakili parlemen Indonesia memimpin dan menghadiri sidang tersebut.
Dalam sidang komisi politik pada hari kedua Sidang Umum ke-43 AIPA, Fadli Zon bersama Wakil Ketua BKSAP Gilang Dhielafararez menyampaikan sejumlah usulan resolusi dan emergency item.
Delegasi DPR-RI memperjuangkan satu usulan Draf Resolusi dengan judul "Enhancing Parliamentary Diplomacy on Maritime Security to Foster Regional Stability in Southeast Asia" (Memperkuat Diplomasi Parlemen dalam Keamanan Maritim untuk Meningkatkan Stabilitas Regional di Asia Tenggara).
Baca juga: Upayakan Perdamaian, Fadli Zon Bersama IPU Task Force Temui Ketua Parlemen Ukraina
Kemudian satu Emergency Item (Agenda Pembahasan Darurat) mengenai Krisis di Myanmar dengan judul "Parliamentary Diplomacy for the Implementation of Five-Point Consensus" (Diplomasi Parlemen Untuk Mendorong Implementasi 5 Poin Konsensus ASEAN). Kedua usulan Indonesia diterima oleh Sidang Umum ke-43 AIPA.
Fadli Zon menjelaskan, delegasi DPR menekankan urgensi diplomasi parlemen mendorong peningkatan kerja sama parlemen ASEAN. Isu dan tantangan keamanan maritim semakin kompleks, mencakup keamanan tradisional maupun non-tradisional.
Dalam sidang komisi politik pada hari kedua Sidang Umum ke-43 AIPA, Fadli Zon bersama Wakil Ketua BKSAP Gilang Dhielafararez menyampaikan sejumlah usulan resolusi dan emergency item.
Delegasi DPR-RI memperjuangkan satu usulan Draf Resolusi dengan judul "Enhancing Parliamentary Diplomacy on Maritime Security to Foster Regional Stability in Southeast Asia" (Memperkuat Diplomasi Parlemen dalam Keamanan Maritim untuk Meningkatkan Stabilitas Regional di Asia Tenggara).
Baca juga: Upayakan Perdamaian, Fadli Zon Bersama IPU Task Force Temui Ketua Parlemen Ukraina
Kemudian satu Emergency Item (Agenda Pembahasan Darurat) mengenai Krisis di Myanmar dengan judul "Parliamentary Diplomacy for the Implementation of Five-Point Consensus" (Diplomasi Parlemen Untuk Mendorong Implementasi 5 Poin Konsensus ASEAN). Kedua usulan Indonesia diterima oleh Sidang Umum ke-43 AIPA.
Fadli Zon menjelaskan, delegasi DPR menekankan urgensi diplomasi parlemen mendorong peningkatan kerja sama parlemen ASEAN. Isu dan tantangan keamanan maritim semakin kompleks, mencakup keamanan tradisional maupun non-tradisional.
Lihat Juga :