Pemekaran Wilayah Hanya di Papua, Ini Penjelasan Wapres

Rabu, 23 November 2022 - 16:14 WIB
loading...
Pemekaran Wilayah Hanya...
Diketahui, kini ada empat provinsi baru atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua yakni Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan alasan mengapa pemekaran wilayah hanya dilakukan di Papua . Diketahui, kini ada empat provinsi baru atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua yakni Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

"Papua itu menjadi sangat penting (pemekaran) karena terlalu luas (wilayahnya)," ungkap Wapres di sela kunjungan kerja di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Pemekaran Papua Bentuk Keseriusan Pemerintah Membangun Kesejahteraan Masyarakat

Wapres pun mengatakan, diharapkan dengan adanya pemekaran di Papua akan mempercepat kesejahteraan di sana. Kemudian, agar keamanan di wilayah Papua semakin kondusif.

"Bagaimana mempercepat kesejahteraan, bagaimana mengendalikan keamanan di Papua itu sangat banyak faktornya. Sehingga untuk Papua dikecualikan, dalam pembagian provinsinya," kata Wapres.

"Sehingga di Papua yang tadinya satu menjadi empat Papua, Papua Barat yang satunya satu menjadi dua, ini dalam rangka bagaimana menyelesaikan Papua dalam mempercepat pelayanan dan penanganan kesejahteraan di Papua,” tambahnya.

Sementara itu Wapres mengatakan, moratorium pemekaran di daerah masih berlaku. Termasuk salah satunya Kalbar yang meminta untuk dimoratorium.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurnalis di Aceh, Sulteng,...
Jurnalis di Aceh, Sulteng, Papua Barat Daya Rentan Ancaman dan Alami Kekerasan
Puspadaya Perindo Apresiasi...
Puspadaya Perindo Apresiasi Respons Cepat UPTD PPA Papua Barat Daya: Lindungi Anak, Utamakan Kenyamanan
Patgulipat Tambang Raja...
Patgulipat Tambang Raja Ampat di INTERUPSI Malam Ini
Menakar Arus Balik Demokratisasi...
Menakar Arus Balik Demokratisasi Desa
Pembangunan Daerah Perlu...
Pembangunan Daerah Perlu Otda yang Lebih Luas
Kerja Sama Antardaerah
Kerja Sama Antardaerah
BPDP Gelar Sosialisasi...
BPDP Gelar Sosialisasi Beasiswa Sawit demi Pengarusutamaan Gender di Papua Barat Daya
Gerakan Doom Tra Kosong,...
Gerakan Doom Tra Kosong, Masyarakat Sorong Diajak Belajar Bahasa Inggris
Rakorwil di Papua Barat...
Rakorwil di Papua Barat Daya, Kaesang Minta Kader PSI Lengkapi Struktur Sampai Bawah
Rekomendasi
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Berita Terkini
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Bukan Cuma Kinerja Keuangan,...
Bukan Cuma Kinerja Keuangan, Ini Alasan MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards Harapkan Pemenang Kategori Bisa Hadapi Tantangan di Tengah Situasi Dinamis
Kemensos Tindak Lanjuti...
Kemensos Tindak Lanjuti Temuan BPK atas 1.747 Pendamping PKH, Rp7,9 Miliar Harus Dikembalikan ke Negara
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved