BNPT Waspadai Potensi Gerakan Radikal Jelang Pemilu 2024
Selasa, 22 November 2022 - 20:22 WIB
loading...
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa soal potensi gerakan radikal terorisme menjelang Pemilihan Umum ( Pemilu) 2024 . BNPT akan melakukan berbagai upaya guna mencegah dan meminimalisir potensi ancaman gerakan radikal terorisme agar tidak berkembang dan menggangu stabilitas politik Tanah Air.
"Potensi selalu ada, kita hanya menjaga, meminimalisir supaya potensi tadi tidak berkembang," kata Ahmad Nurwakhid dalam diskusi Garda Nasionalis bertajuk Menghadapi Pertarungan Ideologi di Pemilu 2024 di Museum Nasional,Sabtu(19/11/2022).
Hal ini ibuktikan BNPT dalam pelaksanaan gelaran G20 yang berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 yang berjalan aman, lancar, dan sukses dalam mengeliminasi potensi ancaman aksi radikalisme seminimal mungkin.
Baca juga: KTT G20 Sukses, Kepala BNPT Apresiasi Jajaran Pengamanan
"Karena faktor utama yang memicu (ancaman radikal terorisme) adalah politisasi agama, atau politik identitas. Ini yang harus dimitigasi, harus dicegah jangan sampai merebak atau berkembang politisasi agama atau politik identitas ataupun politik kebencian," kata alumnus Akpol 1989 ini.
"Potensi selalu ada, kita hanya menjaga, meminimalisir supaya potensi tadi tidak berkembang," kata Ahmad Nurwakhid dalam diskusi Garda Nasionalis bertajuk Menghadapi Pertarungan Ideologi di Pemilu 2024 di Museum Nasional,Sabtu(19/11/2022).
Hal ini ibuktikan BNPT dalam pelaksanaan gelaran G20 yang berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 yang berjalan aman, lancar, dan sukses dalam mengeliminasi potensi ancaman aksi radikalisme seminimal mungkin.
Baca juga: KTT G20 Sukses, Kepala BNPT Apresiasi Jajaran Pengamanan
"Karena faktor utama yang memicu (ancaman radikal terorisme) adalah politisasi agama, atau politik identitas. Ini yang harus dimitigasi, harus dicegah jangan sampai merebak atau berkembang politisasi agama atau politik identitas ataupun politik kebencian," kata alumnus Akpol 1989 ini.
Lihat Juga :