Wapres Ma’ruf Amin Pakai Polo Shirt Video Call Ridwan Kamil soal Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 - 12:12 WIB
loading...
Wapres Ma’ruf Amin Pakai Polo Shirt Video Call Ridwan Kamil soal Gempa Cianjur
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengenakan polo shirt berwarna biru saat video call dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto/BPMI Setwapres
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengenakan polo shirt berwarna biru saat video call dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ridwan Kamil (RK) atau Kang Emil melaporkan perkembangan informasi terkait korban akibat gempa Cianjur.

“Izin melaporkan Pak, 24 jam terakhir ini kita fokus pada evakuasi korban. Per tadi malam tercatat 162 korban jiwa Pak. Kemudian ada 370 yang luka-luka, patah tulang, luka-luka robek kulitnya karena robek benda tajam, ada 13 ribu pengungsi Pak karena akan mengungsi dalam hitungan hari atau minggu,” kata RK kepada Wapres melalui video call, Selasa (22/11/2022).

“13 ribu itu sudah ada semua penampungannya?” tanya Wapres kepada RK.

Wapres Ma’ruf Amin Pakai Polo Shirt Video Call Ridwan Kamil soal Gempa Cianjur

Foto/BPMI Setwapres

Baca juga: Presiden Jokowi Kunjungi Korban Gempa Cianjur Besok



RK mengatakan saat ini sudah ada 14 titik pengungsian. “Masih berdinamika karena ada wilayah yang aksesnya masih terisolir. Jadi pagi hari ini kita maksimalkan untuk menormalisasi jalan dulu sementara kita perintahkan kepala desa, babinsa, bhabinkamtibmas untuk melakukan P3K dulu. Setelah jalan normal, kita ada 14 titik tempat pengungsian yang nanti juga dapur umum dan lain-lain, menyesuaikan,” kata RK.

Ridwan Kamil juga melaporkan kepada Wapres bahwa hingga pagi ini masih ada sebanyak 100 lebih gempa susulan. Mendengar hal ini, Wapres pun terkaget mengingat gempa susulan yang masih terjadi. “Sampai pagi masih ada tadi?” kata Wapres.

“Ada 100 kali lebih, 117 tepatnya skala 1 koma sampai 4 koma, sehingga warga masih waswas, jadi mayoritas penanganan tidak di dalam ruangan, penanganan terlihat di luar. Jadi kalau lihat di TV banyak bergeletakan sebenarnya bukan karena rumah sakit penuh Pak, tapi karena dokter dan pasien masih khawatir kalau dirawat di dalam,” kata Ridwan Kamil.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2187 seconds (10.55#12.26)