Apa Itu Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur
Senin, 21 November 2022 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Lantas apa itu Sesar Cimandiri?
Sesar Cimandiri merupakan patahan geser aktif di Provinsi Jawa Barat yang memanjang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi), mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, dan Subang. Sesar Cimandiri mengalami pertemuan dengan Sesar Lembang di Padalarang dan Sesar Baribis di Subang.
Menurut RW van Bemmelen dalam tulisannya pada 1949 "The Geology of Indonesia vol. IA: General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes," di Jabar setidaknya dijumpai enam struktur sesar regional.
Baca juga: BNPB Sebut Dampak Gempa Cianjur Kerusakannya Masif
Enam struktur tersebut yaitu, Sesar Cimandiri, Sesar Cipeles, Sesar Baribis, Sesar Lembang, Sesar Pelabuhanratu, dan Sesar Citanduy. Dari struktur regional tersebut, Sesar Cimandiri yang paling berperan terhadap sebaran batuan berumur Paleogen di permukaan.
Iyan Haryanto dkk dari Fakultas Geologi Universitas Padjajaran (Unpad) dalam jurnal bertajuk Tektonik Sesar Cimandiri Provinsi Jawa Barat menjelaskan, struktur Sesar Cimandiri membentuk kelurusan lembah dan rangkaian perbukitan yang memanjang mulai dari Pelabuhanratu di bagian barat, hingga ke arah timur mencapai lokasi Gunung Tangkubanperahu.
"Jalur Sesar Cimandiri melintasi Perbukitan Jampang, Warungkiara, Walat dan Rajamandala," tulis Iyan.
Ahli geologi Pulunggono dan Martodjojo mengungkapkan, perubahan tektonik paleogen-neogen sebagai peristiwa tektonik penting di Jawa (terangkum dalam kumpulan makalah seminar geologi dan geotektonik Pulau Jawa sejak akhir mesozoik hingga kuarter di Departemen Geologi UGM), keberadaan Sesar Cimandiri berhubungan dengan geologi Ciletuh yang berada di selatannya. Keberadaan sesar ini merupakan hasil reaktifasi dari jejak-jejak paleosubduksi kapur.
Tentang Tektonik Sesar Cimandiri
Dalam penelitian Tektonik Sesar Cimandiri, Iyan Haryanto dkk menyebutkan, berdasarkan orientasi dari jalur patahan, Sesar Cimandiri terdiri atas segmen bagian barat yang berarah barat-timur dan segmen bagian timur yang berarah timurlaut-barat daya.
Segmen bagian barat membentang mulai dari Pelabuhanratu hingga Perbukitan Walat, sementara segmen bagian timur membentang mulai dari perbatasan Sukabumi-Cianjur hingga Gunung Tangkubanparahu di Bandung Utara.
Pada segmen barat, kelurusan Sesar Cimandiri dicirikan dengan adanya kelurusan Lembah Cimandiri yang diapit oleh Perbukitan Jampang di bagian selatan dan Perbukitan Walat-Warungkiara di utara.
Sesar Cimandiri merupakan patahan geser aktif di Provinsi Jawa Barat yang memanjang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi), mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, dan Subang. Sesar Cimandiri mengalami pertemuan dengan Sesar Lembang di Padalarang dan Sesar Baribis di Subang.
Menurut RW van Bemmelen dalam tulisannya pada 1949 "The Geology of Indonesia vol. IA: General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes," di Jabar setidaknya dijumpai enam struktur sesar regional.
Baca juga: BNPB Sebut Dampak Gempa Cianjur Kerusakannya Masif
Enam struktur tersebut yaitu, Sesar Cimandiri, Sesar Cipeles, Sesar Baribis, Sesar Lembang, Sesar Pelabuhanratu, dan Sesar Citanduy. Dari struktur regional tersebut, Sesar Cimandiri yang paling berperan terhadap sebaran batuan berumur Paleogen di permukaan.
Iyan Haryanto dkk dari Fakultas Geologi Universitas Padjajaran (Unpad) dalam jurnal bertajuk Tektonik Sesar Cimandiri Provinsi Jawa Barat menjelaskan, struktur Sesar Cimandiri membentuk kelurusan lembah dan rangkaian perbukitan yang memanjang mulai dari Pelabuhanratu di bagian barat, hingga ke arah timur mencapai lokasi Gunung Tangkubanperahu.
"Jalur Sesar Cimandiri melintasi Perbukitan Jampang, Warungkiara, Walat dan Rajamandala," tulis Iyan.
Ahli geologi Pulunggono dan Martodjojo mengungkapkan, perubahan tektonik paleogen-neogen sebagai peristiwa tektonik penting di Jawa (terangkum dalam kumpulan makalah seminar geologi dan geotektonik Pulau Jawa sejak akhir mesozoik hingga kuarter di Departemen Geologi UGM), keberadaan Sesar Cimandiri berhubungan dengan geologi Ciletuh yang berada di selatannya. Keberadaan sesar ini merupakan hasil reaktifasi dari jejak-jejak paleosubduksi kapur.
Tentang Tektonik Sesar Cimandiri
Dalam penelitian Tektonik Sesar Cimandiri, Iyan Haryanto dkk menyebutkan, berdasarkan orientasi dari jalur patahan, Sesar Cimandiri terdiri atas segmen bagian barat yang berarah barat-timur dan segmen bagian timur yang berarah timurlaut-barat daya.
Segmen bagian barat membentang mulai dari Pelabuhanratu hingga Perbukitan Walat, sementara segmen bagian timur membentang mulai dari perbatasan Sukabumi-Cianjur hingga Gunung Tangkubanparahu di Bandung Utara.
Pada segmen barat, kelurusan Sesar Cimandiri dicirikan dengan adanya kelurusan Lembah Cimandiri yang diapit oleh Perbukitan Jampang di bagian selatan dan Perbukitan Walat-Warungkiara di utara.
Lihat Juga :