Menko PMK: PHK Industri Padat Karya Berpotensi Capai 2 Juta di 2023
Senin, 21 November 2022 - 11:10 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan potensi terjadinya PHK di bidang industri padat karya yang mencapai 2 juta di 2023. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan potensi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) di bidang industri padat karya yang mencapai 2 juta di 2023.
Industri padat karya tersebut di antaranya tekstil, pembuatan sepatu atau alas kaki, juga garmen. Salah satu penyebabnya yakni pengurangan jumlah produksi akibat menurunnya permintaan ekspor. Mengingat, hampir 100% hasil produksi industri padat karya seperti sepatu hasilnya diekspor.
“Saya kemarin juga baru berkunjung ke pusat-pusat industri di Serang untuk melihat terjadinya PHK besar-besaran kemungkinan di sektor manufaktur khususnya di sektor tekstil, kemudian persepatuan alas kaki dan garmen. Ternyata 99% produknya itu ekspor, jadi sepatu Nike itu diproduksi di Indonesia tapi tidak dijual di Indonesia. Dan itu 99% bahkan 100% ekspor, termasuk tekstil,” ,” kata Muhadjir dikutip dari YouTube resmi Muhammadiyah, Senin (21/11/2022).
Baca juga: Ada Ancaman Resesi, PHK Massal Diramal Berlanjut Tahun Depan
Muhadjir menyatakan akibat konflik yang terjadi di Ukraina dan Rusia menyebabkan kebutuhan produk seperti sepatu dan juga garmen menurun di negara Eropa. Akibat konflik Ukraina sama Rusia pasar sedang terjun bebas terutama di Eropa. "Jadi sekarang Eropa itu tidak beli baju, juga tidak beli sepatu. Tapi beli gas sama-sama setrum listrik, sama makan, sama untuk kebutuhan makan, sehingga turun drastis betul (ekspor),” paparnya.
Industri padat karya tersebut di antaranya tekstil, pembuatan sepatu atau alas kaki, juga garmen. Salah satu penyebabnya yakni pengurangan jumlah produksi akibat menurunnya permintaan ekspor. Mengingat, hampir 100% hasil produksi industri padat karya seperti sepatu hasilnya diekspor.
“Saya kemarin juga baru berkunjung ke pusat-pusat industri di Serang untuk melihat terjadinya PHK besar-besaran kemungkinan di sektor manufaktur khususnya di sektor tekstil, kemudian persepatuan alas kaki dan garmen. Ternyata 99% produknya itu ekspor, jadi sepatu Nike itu diproduksi di Indonesia tapi tidak dijual di Indonesia. Dan itu 99% bahkan 100% ekspor, termasuk tekstil,” ,” kata Muhadjir dikutip dari YouTube resmi Muhammadiyah, Senin (21/11/2022).
Baca juga: Ada Ancaman Resesi, PHK Massal Diramal Berlanjut Tahun Depan
Muhadjir menyatakan akibat konflik yang terjadi di Ukraina dan Rusia menyebabkan kebutuhan produk seperti sepatu dan juga garmen menurun di negara Eropa. Akibat konflik Ukraina sama Rusia pasar sedang terjun bebas terutama di Eropa. "Jadi sekarang Eropa itu tidak beli baju, juga tidak beli sepatu. Tapi beli gas sama-sama setrum listrik, sama makan, sama untuk kebutuhan makan, sehingga turun drastis betul (ekspor),” paparnya.
Lihat Juga :