BNPP Gandeng 12 PTN Kembangkan Potensi Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia

Senin, 21 November 2022 - 00:02 WIB
loading...
BNPP Gandeng 12 PTN Kembangkan Potensi Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia
Sekretaris BNPP Restuardy Daud pelatihan pemasaran untuk UMKM merupakan salah satu upaya pengembangan ekonomi perbatasan. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP ) menginisiasi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis agroekowisata perbatasan di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Hal ini dilakukan dengan menggandeng 12 perguruan tinggi negeri yang tergabung di dalam Forum Perguruan Tinggi untuk Perbatasan (Forpetas)

Ke-12 kampus tersebut adalah Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Tanjungpura, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Padang, Universitas Mulawarman, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Surabaya, Institut Teknologi Bandung.

Dalam rilis yang diterima, kegiatan yang akan dilaksanakan dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Inovasi Bisnis (Laboratorium Perbatasan) dan Pelatihan Pemasaran terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Tata Kelola Desa Wisata. Kegiatan dilaksanakan pada 21-22 November 2022 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.

Baca juga: BNPP Konsolidasikan Kinerja Pengelolaan Perbatasan Negara

Kegiatan ini akan diikuti oleh pelaku UMKM, Satuan Karya Pramuka Pariwisata, Gerakan Pesona Indonesia, Kelompok Sadar Wisata, dan Karang Taruna. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga akan didiskusikan upaya kolaborasi pembinaan ekonomi masyarakat yang dikaitkan dengan rencana program Laboratorium Perbatasan oleh perguruan tinggi dimasa mendatang. Tematik kegiatan di Temajuk yang diangkat adalah Border Edu-Ecotourism sesuai potensi unggulan kawasan tersebut di sektor pariwisata

Beberapa narasumber dalam kegiatan ini, antara lain Prof. Dr. Suratman, M.Sc, dan Dr. Agung, M.Sc dari Universitas Gadjah Mada; Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS dari Institut Pertanian Bogor; Dr. Elyta, S.Sos dari Universitas Tanjungpura; Dr. Irman Irawan, S.Pi, M.Sc dari Universitas Mulawarman; Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA, Ph.D dari Universitas Padjajaran, serta fasilitator dari Universitas Tanjungpura. Selain itu kegiatan ini turut difasilitasi oleh Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Pusat dan BRI.

Sekretaris BNPP Restuardy Daud menyampaikan dukungan dan fasilitasi perguruan tinggi tersebut merupakan salah satu upaya pengembangan kawasan perbatasan, baik darat maupun laut. Salah satu upaya pengelolaaan perbatasan negara dilakukan melalui strategi pengembangan kerjasama dengan perguruan tinggi (akademisi) yang menjadi bagian dari kolaborasi pentahelix.

Ini adalah penjabaran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (Renduk PBWN-KP) Tahun 2020-2024.

“Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi kepariwisataan di perbatasan Paloh, antara lain pemanfasatan teknologi tepat guna untuk kelompok usaha masyarakat bidang pariwisata (UMKM), pemasaran produk UMKM, akses informasi finansial termasuk modal usaha, serta turut mendorong inovasi masyarakat lokal," ujar Restuardy dalam rilis BNPP yang diterima Minggu (20/11/2022).



Restuardy menjelaskan lebih lanjut bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian aktivitas yang diimplementasikan untuk transfer pengetahuan, teknologi maupun inovasi lainnya yang diharapkan dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya, melalui pendekatan pengembangan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini juga juga diharapkan dapat diperoleh rujukan best practices inkubator bisnis yang efektif dan efisien di tingakat lokal serta dapat direplikasi di kawasan perbatasan lainnya.

Lebih lanjut tutur Restuardy, Paloh merupakan salah satu lokasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw. Terkait dengan percepatan pembangunan ekonomi, sektor pariwisata merupakan sektor yang berkembang pesat dan strategis sebagai sumber pendapatan dan devisa nasional, pencipta kesempatan kerja dan berusaha, sekaligus sebagai media untuk melestarikan nilai-nilai budaya dalam arah pembangunan pariwisata terutama dilihat sebagai penggerak ekonomi. Hal tersebut yang ingin dikembangkan di Temajuk-Paloh.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2605 seconds (10.55#12.26)