Ahmad Muzani Sebut Presiden Siapkan Subsidi Internet dan Rapid Test Santri
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Kabar baik lainnya disampaikan Ahmad Muzani adalah keputusan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk rapid test para santri di seluruh pelosok Nusantara. Subsidi tersebut nantinya diberikan kepada penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kategori pondok pesantren, berkisar Rp30 juta hingga Rp50 juta. Subsidi tersebut diberikan mengingat besarnya biaya rapid test yang kini dibebankan kepada para santri, yakni berkisar Rp300.000 hingga Rp400.000 per orang. "Soal subsidi ini tentu saja merupakan kabar bagus bagi perjuangan kami di parlemen," ungkap Ahmad Muzani.
Tidak hanya tu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) katanya akan membangun sejumlah sarana, sehingga protokol kesehatan dapat diterapkan di lingkungan Pondok pesantren. "Intinya kami tetap konsisten memperjuangkan apa yang diharapkan oleh masyarakat," tutup Ahmad Muzani.
Kebijakan tersebut membawa angin segar bagi Partai Gerindra. Sebab sebelumnya, Fraksi Partai gerindra melalui parlemen meminta pemerintah agar dapat memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa, dan santri. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung proses belajar mengajar daring atau online selama masa pandemi virus Corona (Covid-19). Sementara, proses belajar mengajar dari jarak jauh mengalami banyak hambatan, mulai dari ketersediaan alat hingga akses jaringan bagi siswa maupun guru. Padahal prioritas Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju adalah membangun SDM yang berkualitas.
Tidak hanya tu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) katanya akan membangun sejumlah sarana, sehingga protokol kesehatan dapat diterapkan di lingkungan Pondok pesantren. "Intinya kami tetap konsisten memperjuangkan apa yang diharapkan oleh masyarakat," tutup Ahmad Muzani.
Kebijakan tersebut membawa angin segar bagi Partai Gerindra. Sebab sebelumnya, Fraksi Partai gerindra melalui parlemen meminta pemerintah agar dapat memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa, dan santri. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung proses belajar mengajar daring atau online selama masa pandemi virus Corona (Covid-19). Sementara, proses belajar mengajar dari jarak jauh mengalami banyak hambatan, mulai dari ketersediaan alat hingga akses jaringan bagi siswa maupun guru. Padahal prioritas Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju adalah membangun SDM yang berkualitas.
(cip)
Lihat Juga :