KPK Sebut Korupsi Mulai Membudaya di Indonesia, Ini Indikasinya
Sabtu, 19 November 2022 - 07:34 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak khawatir perilaku korupsi menjadi budaya di Indonesia. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Johanis Tanak khawatir perilaku korupsi menjadi budaya di Indonesia. Indikasinya, tak sedikit pelaku korupsi yang tertangkap KPK, menganggapnya sebagai sebuah kesialan atau nasib apesnya saja.
"Banyak pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap oleh KPK, hanya dianggap sedang sial atau apes. Hal ini menandakan bahwa perilaku korupsi sudah mulai menjadi budaya oleh penduduk Indonesia termasuk oleh pelaku dunia usaha," kata Johanis dalam sambutan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Dunia Usaha Antikorupsi di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, seperti dikutip dari keterangan resmi KPK, Sabtu (19/11/2022).
Untuk mencegahnya, kata Johanis, KPK ingin membudayakan perilaku antikorupsi, salah satunya melalui bimbingan teknis antikorupsi bagi BUMN, BUMD maupun pihak swasta.
Menurut Johanis, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga merusak budaya bangsa hingga degradasi moral individu rakyat Indonesia. Karena itu perlu kesadaran semua pihak untuk memberantas korupsi.
"Banyak pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap oleh KPK, hanya dianggap sedang sial atau apes. Hal ini menandakan bahwa perilaku korupsi sudah mulai menjadi budaya oleh penduduk Indonesia termasuk oleh pelaku dunia usaha," kata Johanis dalam sambutan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Dunia Usaha Antikorupsi di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, seperti dikutip dari keterangan resmi KPK, Sabtu (19/11/2022).
Untuk mencegahnya, kata Johanis, KPK ingin membudayakan perilaku antikorupsi, salah satunya melalui bimbingan teknis antikorupsi bagi BUMN, BUMD maupun pihak swasta.
Menurut Johanis, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga merusak budaya bangsa hingga degradasi moral individu rakyat Indonesia. Karena itu perlu kesadaran semua pihak untuk memberantas korupsi.
Lihat Juga :