Sedot Ribuan Pengunjung, Paviliun Indonesia Tunjukkan Kepemimpinan Cegah Perubahan Iklim
Jum'at, 18 November 2022 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Alue, Paviliun Indonesia menjadi wadah untuk berbagi informasi, pandangan, dan pemikiran secara konstruktif dan integratif sebagai upaya pencegahan perubahan iklim yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pihak untuk kemudian digali lebih dalam di tingkat nasional, regional, maupun global.
Salah satu isu yang dibahas mendalam adalah agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030. Berdasarkan agenda tersebut, Indonesia berkomitmen mencapai kondisi, di mana penyerapan gas rumah kaca (GRK) sudah lebih tinggi atau setidaknya seimbang di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (forestry and other land use/FOLU).
Sektor FOLU akan menjadi kontributor utama, hingga 60%, untuk mencapai target penurunan emisi karbon Indonesia pada 2030 seperti yang sudah dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC). Agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030 akan dicapai melalui pengurangan deforestasi, konservasi dan pengelolaan hutan lestari, perlindungan dan restorasi gambut dan mangrove, serta peningkatan penyerapan GRK melalui aforestasi dan reforestasi.
Selain FOLU Net Sink, paviliun Indonesia juga menggelar berbagai diskusi terkait penurunan emisi karbon. Mulai dari upaya mencapai komitmen Net Zero Emission 2060, pembangunan berkelanjutan, gender, gerakan generasi muda, pengelolaan sampah, hingga pengelolaan lahan gambut dan mangrove.
Dalam kesempatan itu Wamen Alue juga mengaitkan dengan adanya G20 Bali Leaders Declaration, khususnya yang terkait isu lingkungan hidup dan perubahan iklim yang meneguhkan perlunya upaya yang lebih kuat dan kolaboratif untuk menurunkan emisi karbon.
Salah satu isu yang dibahas mendalam adalah agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030. Berdasarkan agenda tersebut, Indonesia berkomitmen mencapai kondisi, di mana penyerapan gas rumah kaca (GRK) sudah lebih tinggi atau setidaknya seimbang di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (forestry and other land use/FOLU).
Sektor FOLU akan menjadi kontributor utama, hingga 60%, untuk mencapai target penurunan emisi karbon Indonesia pada 2030 seperti yang sudah dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC). Agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030 akan dicapai melalui pengurangan deforestasi, konservasi dan pengelolaan hutan lestari, perlindungan dan restorasi gambut dan mangrove, serta peningkatan penyerapan GRK melalui aforestasi dan reforestasi.
Selain FOLU Net Sink, paviliun Indonesia juga menggelar berbagai diskusi terkait penurunan emisi karbon. Mulai dari upaya mencapai komitmen Net Zero Emission 2060, pembangunan berkelanjutan, gender, gerakan generasi muda, pengelolaan sampah, hingga pengelolaan lahan gambut dan mangrove.
Dalam kesempatan itu Wamen Alue juga mengaitkan dengan adanya G20 Bali Leaders Declaration, khususnya yang terkait isu lingkungan hidup dan perubahan iklim yang meneguhkan perlunya upaya yang lebih kuat dan kolaboratif untuk menurunkan emisi karbon.
Lihat Juga :